Menilik Tambak Ikan di Desa Jara Kore Halmahera Barat, yang Dikelola Warga Sejak Tahun 80'an
Desa Jara Kora di Halmahersa Barat merupakan desa yang memiliki potensi bagus, karena itu warga memilik membudidayakan ikan air tawar.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Warga Desa Jara Kore, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat.
Merupakan salah satu desa, yang bisa dikembangkan potensi sumber daya alam (SDA).
Bagimana tidak, desa tersebut memiliki beragam potensi, baik pertanian maupun perikanan (tambak).
Sehingga warga berinisiatif, membuat sebuah tambak ikan air tawar sejak awal tahun 80'an.
Baca juga: Ekspor Tambang Besi, Baja, Nikel, ke Tiongkok, Korsel&Vietnam; Picu Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara
Sejak saat itu, selain bekerja sebagai petani, warga juga berprofesi sebagai penambak.
Jenis ikan yang dibudidaya ialah adalah ikan nila, dan ikan mas.
Di mana hasil tersebut dijual ke luar di Maluku Utara, seperti Ternate dan derah lain.

Namun sayang, hasil tambak hanya memenuhi kebutuhan warga khusunya di Halmahera Barat saja.
"Kalau dulu, torang (kita) jual di Ternate dan daerah lain, " kata Husen A. Rahim, selah seorang pemilik tambak.
Ikan biasanya dipanen pada akhir tahun, tepatnya pada bulan Desember.
Sebab pada bulan itu, kebutuhan masyarakat akan ikan sangat tinggi.
"Panen besar itu di Desember, karena ikan banyak dicari, "sambungnya.
Harga untuk ikan mas dan ikan nila, yang ia jual dikisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Dalam sekali panen, tambaknya mampu meghasilkan sebanyak 60 hingga 100 kilogram ikan.
Sehingga sekali panen, ia bisa meraup penghasilan hingga Rp 6 juta.