Muhibah Jalur Rempah
Berikut Profil KRI Dewaruci, Pernah Keliling Dunia, Kini Singgah di Ternate
Komandan KRI Dewaruci Sugeng Hariyanto, menjelaskan, Kapal KRI Dewaruci telah melakukan pelayaran keliling dunia sebanyak dua kali
Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Ternate, Letnan Kolonel (Letkol) Ridwan Aziz mengucapkan selamat datang kepada sejumlah rombongan Muhibah Jalur Rempah.
Baca juga: Ini Pelayaran Pertama KRI Dewaruci ke Maluku Utara, Berikut Detailnya
Baca juga: Kenali Kapal KRI Dewaruci yang Baru Saja Tiba di Ternate dalam Ekspedisi Jalur Rempah
Ternate sendiri wajib dikunjungi kata Ridwan, sebab Ternate adalah kota Rempah.
"Sebuah kehormatan bisa ikut berlayar dengan kapal KRI Dewaruci. Ini adalah momentum berharga bagi kalian semua sebagai peserta,"ucap Ridwan dalam sambutannya, Selasa (14/6/2022).
KRI Dewaruci merupakan satu-satunya kapal milik TNI AL yang biasa dipakai pelatihan bagi Taruna Akademi Angkatan Laut (AL).
KRI Dewaruci sudah 60 tahun melayani lulusan akademi AL, mengelilingi dunia, dengan satu kali perjalanan bisa menempuh 20 Negara.
Sementara itu, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, masuk dalam 100 titik, Tapak Tilas jalur Rempah sebagai Warisan Dunia.
Hal ini disampaikan, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid, di Land Mark Kota Ternate, Selasa (14/6/2022).
Hilmar menyampaikan, Ternate, telah ditetapkan sebagai Kota Rempah karena memiliki sejarah dengan bangsa Portugis.
Sehingga, situs cagar budaya ini yang bakal didaftarkan ke UNESCO.
"Nah salah satu tujuan dari Muhibah Budaya Jalur rempah ini untuk membuka jalan pendaftaran Tapak Tilas ke UNESCO,"jelasnya.
Menurutnya, Jalur Rempah sebagai Warisan dunia di UNESCO.
Maka itu, pada tahun 2024, tapak-tapak ini yang bakal didaftarkan.
"Kita masih punya waktu dua tahun. Ternate sendiri sudah masuk dalam daftar rempah sebagai warisan dunia,”sambungnya.
Dia mengaku, untuk Tapak Tilas sendiri yang telah didaftarkan sebanyak 100 titik tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Ternate.
“Kita berharap setelah didaftarkan, kita harus punya kemampuan untuk merawat, menjaga, tak hanya nilai historisnya, namun kita juga melihat kesiapan dari pemerintah,”pintanya. (*)