Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jokowi Temui Putin dan Zelenskyy: Disorot Media Asing, Pengamat Prediksi Tak akan Beri Hasil Besar

Rencana pertemuan Jokowi dengan kedua presiden tersebut mendapat sorotan media internasional dan pengamat asing.

YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkunjung ke Ukraina dan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlebih dahulu. Baru kemudian, Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Rusia dan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. 

“Perang harus dihentikan dan rantai pasokan pangan global perlu diaktifkan kembali,” kata Jokowi sebelum berangkat ke Jerman untuk menghadiri KTT G7.

Jokowi juga mengatakan, dia akan mendorong G7 untuk mencari perdamaian di Ukraina, dan menemukan solusi segera untuk krisis pangan dan energi global.

France24

Media asing France24 menyorot kunjungan Jokowi ke Jerman sebagai tamu KTT G7 yang berlangsung pada 26-27 Juni 2022.

Diberitakan juga, Jokowi akan pergi ke ibu kota Ukraina Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

"Misinya adalah meminta Presiden Zelensky membuka forum dialog untuk perdamaian, membangun perdamaian karena perang harus dihentikan" ujar Jokowi dalam konpers di Jakarta.

Baca juga: Israel Lolos Piala Dunia U20 2023, Menpora Jamin Keamanan Selama Bertanding di Indonesia

Baca juga: Viral Seorang Ibu Perjuangkan Ganja Medis untuk Pengobatan Anak, Begini Respon MK hingga DPR

Baca juga: Kesal Sering Nangis, Ibu di Surabaya Tega Aniaya Bayinya 5 Bulan hingga Tewas, Ini Fakta-faktanya

Analisis Pengamat Luar Negeri

Pakar politik internasional yang merupakan Direktur Program Asia-Pasifik di Chatham House, Ben Bland, memprediksi upaya Jokowi tak akan memberikan hasil besar.

Bland menegaskan bahwa peluang Presiden Jokowi untuk menemukan titik temu antara pemimpin Rusia dan Ukraina sangat minimal.

Namun, ia menegaskan peranan Indonesia terkait masalah Ukraina sangat penting.

“Tetapi sebagai salah satu negara berkembang terbesar di dunia dan mitra persahabatan Rusia dan Ukraina, Indonesia adalah suara penting di panggung global,” ujarnya dikutip dari Swiss Info, Senin (27/6/2022).

Indonesia menganut politik luar negeri, “Bebas Aktif”, yang berarti non-blok dan berusaha untuk tetap mandiri.

Menurut Analis Pertahanan Senior dari RAND, Derek Grossmann, negara seperti Indonesia yang dapat membantu dalam permasalahan seperti Ukraina dan Rusia.

“Jika kita ingin mencoba dan mencapai semacam negosiasi dan penyelesaian damai, negara seperti itu yang dapat membantu,” katanya.

Tetapi sama Bland, Grossman menilai pertemuan Jokowi dengan Putin dan Zelensky hanya akan memberikan kemajuan yang rendah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved