Terkini Internasional
Pengakuan Penembak Shinzo Abe: Ibunya Bangkrut karena Kelompok Agama Sang Mantan PM Jepang
Tetsuya Yamagami menyebut bahwa mantan pemimpin Jepang empat periode itu terlibat dengan sebuah kelompok agama yang membuat ibunya bangkrut.
Selain itu, komponen-komponen yang dibeli untuk dibuatkannya senjata rakitan itu dibeli secara online.
Bahkan menurut media lokal Jepang, Tetsuya menyempatkan diri untuk menghadiri rangkaian kampanye yang dilakukan Shinzo Abe.
Termasuk, salah satunya yang diadakan 200 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, menurut salah satu koresponden NHK, Tetsuya sempat merencanakan untuk membunuh Shinzo Abe dengan melakukan serangan bom sebelum akhirnya memilih menggunakan senjata rakitan.
Terkait senjata yang digunakan, Tetsuya mengaku membuatnya dengan cara membungkusnya dengan beberapa pipa besi dan dirakitkan dengan sebuah lakban.
Beberapa pipa besi yang digabungkan, katanya, berjumlah tiga, lima, atau enam pipa yang dibelinya secara online.

Polisi menemukan lubang bekas peluru yang berada di sebuah van dekat area penembakan dan dipercaya itu dari senjata yang digunakan Tetsuya.
Beberapa video memperlihatkan Shinzo Abe memutarkan badannya ke arah Tetsuya setelah tembakan pertama sebelum terjatuh seusai tembakan kedua.
Baca juga: Meninggal Dunia, Shinzo Abe Tinggalkan Sederet Warisan untuk Jepang, dari Ekonomi hingga Militer
Baca juga: Shinzo Abe Meninggal Dunia setelah Ditembak dari Belakang, Dokter Sebut Kehabisan Darah
Baca juga: Profil Shinzo Abe, Mantan PM Jepang yang Tertembak di Nara: Kakek dan Paman Buyutnya Juga PM Jepang
Incar Pejabat Senior Kelompok Agama hingga Tak Miliki Dendam Politik
Dikutip dari The Mainichi, Tetsuya mengatakan dirinya menargetkan salah satu pejabat senior dari kelompok keagamaan.
Namun, pejabat senior yang diincar oleh Tetsuya disebut tidak berada di lokasi penembakan.
"Aku bermaksud menargetkan pejabat senior (dari kelompok agama) ini," ucapnya.
Namun, dikutip dari Asahi Shimbun, Tetsuya mengaku tidak memiliki dendam politik terhadap Shinzo Abe.
"Itu (pembunuhan terhadap Shinzo Abe) bukan karena menyimpan dendam politik terhadap Abe," ujar penyidik.
Tetsuya Bertempat Tinggal di Area Tempat Hiburan Malam