Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jembatan Putus dan Gelombang Tinggi, Aktivitas Warga Desa Capalulu di Kepulauan Sula Lumpuh Total

Ativitas warga Desa Capalulu di Kepulauan Sula lumpuh total, hujan disertai angin kencang membuat jembatan penyeberangan ke desa lain terputus.

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Yunita Kaunar
CUACA: Tampak warga Desa Capalulu di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara berada di bibir pantai, untuk melihat tumpukan sampah. Di mana cuaca buruk yang melanda desa ini, membuat aktivitas warga lumpuh total karena akses laut belum bisa digunakan karena gelombang tinggi, begitu juga dengan akses darat karena jempatan putus, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Hujan disertai angin kencang, yang melanda Desa Capalulu di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara beberapa hari terakhir, membuat aktivitas warga lumpuh total.

Bagaimana tidak, jembatan yang menjadi satu-satunya akses darat, menghubungan Desa Capaluku dengan empat desa lainnya terputus ditenjang banjir.

"Kami 'terkepung', tidak bisa kemana-mana. Jalur darat tidak bisa, jembatan putus. Jalur laut apa lagi, gelombang tinggi dan sampah (ranting pohon dan sebagainya), tertumpuk dibibir pantai, "aku Rina, salah seorang warga Desa Capalulu, Jumat (15/7/2022).

Sambungnya, akses ke Kecamatan Sanana, ibu kota kabupaten harus menggunakan transportasi laut, dan saat ini gelombang sangat tinggi, membuat sejumlah motoris tidak dapat berlayar.

Baca juga: BMKG Ternate: Warning! Delapan Wilayah di Maluku Utara Ini Berpotensi Hujan Lebat hingga Longsor

Ia mengaku, penduduk Desa Capalulu kalau mau belanja kebutuhan pokok, seperti beras dan lainnya harus ke Desa Mangoli atau Kecamatan ke Sanana.

Namun saat ini, sama sekali tidak bisa karena jalur penyebrangan baik laut maupun darat, belum bisa digunakan.

"Sudah masuk hari ketiga kondisi cuaca buruk, kita tidak bisa beraktivitas, hal ini membuat sejumlah aktivitas jadi lumpuh total, baik laut maupun darat belum bisa digunakan, ungkapnya.

Tak hanya itu, Rina yang berprofesi sebagai Guru itu pun mengungkapkan, tinggi gelombang juga membawa sejumlah sampah kiriman, yang memenuhi sepanjang bibir.

Baca juga: Pencurian di RSUD Ternate Terungkap Melalui CCTV, Para Pelaku Sedang Diburu Polisi

"Karena saat ini cuaca lagi ekstrim, gelombang tinggi membuat sepanjang pantai di Desa Capalulu, dipenuhi sampai kiriman, "katanya.

Seraya berharap, cuaca secepatnya membaik agar ia dan warga Desa Capalulu lainnyua, dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Kita berharap cuaca cepat membaik, agar bisa melakukan aktivitas. Apalagi kita ini segala kebutuhannya di dapatkan harus menyeberang laut atau lintas darat, namun saat ini semua aksesnya terputus, jadi kita tidak bisa kemana-mana, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved