Oknum Petugas Rutan Diduga Setrum Tahanan Diproses Lanjut, Sejumlah Pihak Sudah Dimintai Keterangan

Mengusut kasus ini, lili mengatakan telah memintai keterangan yang diduga sebagai korban serta komandan jaga (Kajaga).

Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Randi Basri
Kadivpas Kemenkumham Maluku Utara Lili memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan seorang tahanan di Rutan kelas IIB Ternate, Jumat (12/8/2022). Di Kantor Kanwil Kemenkumham di Kelurahan Maliaro Kota Ternate. 

TRIBUNTERNATE.COM-  Kadivpas Kanwil Kemenkumham Maluku Utara Lili mengemukakan, pihaknya akan tindak lanjut adanya laporan oknum petugas Rutan yang diduga melakukan kekerasan kepada seoarang tahanan dengan cara setrum.

Mengusut kasus ini, lili mengatakan telah memintai keterangan yang diduga sebagai korban serta komandan jaga (Kajaga).

Selain Kajaga dan diduga korban, pihaknya juga sudah memeriksa 2 anggota jaga serta petugas pengamanan saat kejadian.

“Laporan sudah kami dapat dan sekarang ditindak lanjut. Ada beberapa petugas sudah dimintai keterangan termasuk yang diduga korban,"katanya, Jumat (12/08/2022).

Terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Ternate, Sujatmiko saat dikonfrimasi terpisah membenarkan adanya pemeriksaan dari tim Divpas Maluku Utara dalam kasus tersebut.

“Iya betul, tim Divpas ada pemeriksaan di Rutan,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, selaku Karutan Kelas IIB Ternate, tidak akan mentolelir atas kejadian tersebut.

Baca juga: Oknum Petugas Rutan Ternate Diduga Setrum Tahanan, Laporanya Dibenarkan Polisi

Baca juga: Kakanwil Kemenkumham Minta Imigrasi Perketat, Pintu Keluar Masuk WNA di Maluku Utara

“Kita tidak mentolelir siapapun dia, sementara masih 3 orang yang diperiksa, nanti kita lihat perkembangannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan kekerasan terhadap tahanan berinisial SK ini diketahui saat korban hendak dijenguk oleh Sartini yang merupakan adik kandung korban.

Saat membesuk, korban sempat menyembunyikan kejadian tersebut dari adiknya meski mengalami memar di bagian betis maupun punggung akibat diduga mendapat perlakukan tidak wajar dari oknum petugas sipir.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Sartini langsung membuat laporan polisi di Polsek Pualu Ternate dengan harapan agar kasus ini bisa ditangani sebagaimana mestinya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved