Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Reaksi Rusia yang Kesal karena Vladimir Putin Tak Diundang ke Pemakaman Ratu Elizabeth II

Ada beberapa pemimpin negara yang tidak diundang, satu di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin atau perwakilannya.

Editor: Rizki A
Instagram/theroyalfamily
Mendiang Ratu Elizabeth II - Ada beberapa pemimpin negara yang tidak diundang, satu di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin atau perwakilannya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Jenazah penguasa Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II, akan dimakamkan pada Senin, 19 September 2022 mendatang.

Diketahui, Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia dalam usia 96 tahun di Balmoral Castle, Skotlandia pada Kamis (8/9/2022) lalu.

Sebelum dimakamkan di St. George Chapel di Windsor Castle, jenazah Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall.

Sebanyak 500 pejabat negara dari seluruh dunia diundang untuk menghadiri prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II.

Namun, ada beberapa pemimpin negara yang tidak diundang, satu di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin atau perwakilannya.

Terkait tidak diundangnya Vladimir Putin ke pemakaman Sang Ratu, Rusia pun menyebut Inggris telah melakukan penghinaan.

Kremlin menilai, tindakan pemerintah Inggris tidak bermoral.

"Kami melihat upaya Inggris untuk memanfaatkan tragedi nasional yang telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia untuk tujuan geopolitik demi menyelesaikan masalah dengan negara kami selama hari-hari berkabung sebagai hal yang sangat tidak bermoral," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

"Ini terutama menghina kenangan tentang Elizabeth II, yang diketahui telah bertugas selama Perang Dunia II di jajaran pertahanan teritorial Angkatan Bersenjata Inggris melawan Nazi," tambahnya, dilansir Sky News

Baca juga: Sosok Raja Charles III yang Junjung Tinggi Pluralisme Agama dan Menghormati Nilai-nilai Islam

Baca juga: Viral Jari Tangan Raja Charles III Bengkak dan Disebut Mirip Sosis, Dokter Sebut Itu Oedema

Hubungan antara Inggris dan Rusia tegang setelah invasi ke Ukraina pada pertengahan Februari lalu.

Inggris menjadi salah satu negara Barat yang aktif mengirim bantuan persenjataan kepada Kyiv.

"Citra pemersatu Ratu Elizabeth II, yang tidak mencampuri politik sebagai prinsip selama masa pemerintahannya, tidak menjadi hambatan bagi serangan perbedaan pendapat di London, yang tunduk pada pencapaian tujuan dugaan mereka sendiri," kata Zakharova.

"Untuk bagian kami, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat Inggris atas kehilangan besar yang menimpa mereka."

Baca juga: Mendiang Ratu Elizabeth II dan Kecintaannya dengan Sepak Bola: Beri Sebutan Ksatria untuk Pele

Baca juga: Liga Inggris Berlanjut, 7 Laga Akhir Pekan Ini Disertai Penghormatan Terakhir bagi Ratu Elizabeth II

Anggota Parlemen Inggris Tak Terima China Diundang

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved