Penjaga Sekolah Cabuli 4 Murid SD: Awalnya Lecehkan Korban Modus Ajak Salaman
Pelaku adalah seorang penjaga sekolah sekaligus pemilik kantin di sebuah SD di Lampung.
TRIBUNTERNATE.COM - Aksi pencabulan terjadi di Pesisir Barat, Lampung.
Pelaku adalah seorang penjaga sekolah sekaligus pemilik kantin di sebuah SD.
Sedangkan para korban adalah siswi di sekolah tersebut.
Baca juga: Guru SD Tak Cuma Cabuli Bocah tapi Juga Jual Korban, Digerebek saat Layani Petani 55 Tahun
Sebelum melakukan aksi rudapaksa, pelaku juga melecehkan para korban dengan modus salaman.
Kasat Reskrim Polres Lampung Barat M Ari Setiawan saat dikonfirmasi oleh Tribunlampung.co.id membenarkan kejadian penjaga sekolah rupadaksa murid SD.
Baca juga: Polisi di Bengkulu Cabuli Bocah Berkali-kali, Ibu Korban Sebut Sikap Anaknya Beda, Ternyata Depresi
"Ya benar laporan sudah kita terima kemarin," ungkapnya. Jumat (23/9/2022).
Menurut Ari, jumlah korban asusila yang dilaporkan tersebut berjumlah empat orang.
Sementara pelaku asusila berinisial BN seorang penjaga sekolah.
Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Lampung Barat.
Baca juga: Calon Pendeta yang Cabuli 14 Gadis Ternyata Juga Rekam Aksinya, Video Digunakan untuk Ancam Korban
Terpisah, menurut keterangan satu di antara guru di sekolah tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Kasus tersebut sudah dilaporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan dan pihak Inspektorat Pesisir Barat.
"Yang saya tau nih, kasus itu sudah diserahkan pihak sekolah, dan pihak sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat," jelasnya.
"Karena kita ini kan lembaga jadi kita laporkan dengan atasan," sambungnya.
Pelaku saat ini masih diskorsing oleh pihak sekolah karena masih dalam proses.
"Kalau korbannya berapa masih kelas berapa saya juga kurang tahu sih," katanya.
"Yang jelas kantin milik pelaku sekarang sudah ditutup," jelasnya.
Baca juga: Berawal dari Chat WA Mencurigakan, Terbongkar Aksi Guru BK Cabuli Siswi di Laboratorium hingga Hotel
Berdasarkan kabar yang beredar pelaku ini sudah sering melakukan perbuatan tercela tersebut kepada sejumlah anak-anak.
"Kalau kabarnya pelaku ini kalau salaman dengan anak-anak perempuan itu sering menarik tangannya dan diarahkan ke daerah sensitif," jelas satu diantara orangtua yang sedang menjenguk anaknya.
Diceritakannya, ia bersama orangtua lainya sengaja menjemput anak-anaknya itu lantaran merasa was-was mendengar kabar tentang kasus tersebut.
Lanjutnya, sebelum kasus asusila tersebut mencuat orangtua yang menjemput anak ke sekolah itu tidak sebanyak seperti saat ini.
"Yang jelas kita kaget dengar ada kasus pelecehan ini," ucapnya.
"Kita juga takut kalau nanti anak kita ikut menjadi korban," tambahnya.
Ia berpendapat korban asusila di SD tersebut lebih dari empat orang seperti yang dilaporkan.
"Kalau feeling saya ini lebih dari empat anak, ini kan yang baru ketahuan saja," imbuhnya.
Ia berharap kasus tersebut dapat segera ditangani oleh pihak kepolisian serta pelaku dapat secepatnya ditangkap.
"Harapan kami pelaku bisa segera cepat ditangkap untuk mendapatkan hukuman yang setimpal,"
Dirinya juga berharap agar dunia pendidikan di Pesisir Barat keamanannya lebih ditingkatkan agar jangan sampai terulang lagi kasus serupa.
"Bingung juga ada apa dengan Krui ini sekarang kok banyak betul kasus pelecehan dengan anak dibawah umur, saya pikir keamanan di sekolah harus dibenah oleh Dinas Pendidikan," tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Saidal Arif)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Penjaga Sekolah Rudapaksa Murid SD di Pesisir Barat, Korban Dilaporkan 4 Orang