Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Komnas HAM Sudah Kantongi Video Tragedi Stadion Kanjuruhan yang Sempat Direkam Korban Tewas

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, menjelaskan bahwa bukti video yang dipegang pihaknya belum pernah terpublikasi sebelumnya.

Editor: Rizki A
Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Seorang pelajar asal Jombang turut menjadi korban tewas dalam kericuhan tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penyelidikan terhadap tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, masih terus berlanjut.

Salah satu lembaga yang mulai melakukan investigasi dan pengumpulan fakta tragedi Stadion Kanjuruhan adalah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Tragedi Stadion Kanjuruhan ini bermula dari insiden desak-desakan pasca-penembakan gas air mata oleh polisi yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Sabtu (1/10/2022) malam dan menewaskan 131 orang.

Namun, korban tewas tragedi Stadion Kanjuruhan telah bertambah menjadi 132 jiwa setelah seorang supporter Arema FC bernama Helen Pricela (20) meninggal dunia.

Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari.

Sementara itu, Komnas HAM telah mengantongi video yang bisa menjadi petunjuk bukti krusial pengusutan Tragedi Kanjuruhan.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, menjelaskan bahwa bukti video yang dipegang pihaknya belum pernah terpublikasi sebelumnya.

Menurutnya, video eksklusif tersebut direkam oleh salah satu korban Tragedi Kanjuruhan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Sujud Massal Polresta Malang: Keluarga Korban Kanjuruhan Tanggapi Biasa, Pengamat Sebut Tak Perlu

Baca juga: Diduga Ada Pihak yang Berkuasa agar Laga di Kanjuruhan Digelar Malam hingga Dugaan soal Iklan

"Karena ada satu (video) yang sangat krusial, yang sepanjang sepengetahuan kami belum terpublikasi."

"Video ini memang diproduksi oleh yang meninggal," ujarnya dengan nada bergetar saat konferensi pers di Gedung Komnas HAM yang ditayangkan di YouTube Kompas TV, Rabu (12/10/2022).

Lebih lanjut Anam menjelaskan video yang dimiliki oleh pihaknya itu berisi rekaman dari korban berada di tribun penonton hingga pintu 13 Stadion Kanjuruhan.

"(Korban meninggal dunia) merekam banyak hal. Dan dia sendiri bagian dari yang meninggal," jelasnya.

Kendati begitu, Anam tidak memperlihatkan isi video itu kepada awak media.

Anam membeberkan fakta terkait kondisi pintu 13 Stadion Kanjuruhan yang ramai dibicarakan publik menjadi penyebab jatuhnya korban meninggal dunia.

Baca juga: Ada Gas Air Mata Expired di Tragedi Kanjuruhan, Polisi: Justru Kemampuannya Menurun

Baca juga: Polri Klaim Tak Masalah, Profesor Kimia Sebut Gas Air Mata Kedaluarsa Justru Bisa Lebih Berbahaya

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved