Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Insiden Desak-desakan Saat Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan: 149 Orang Dilaporkan Tewas

Setidaknya 149 orang dilaporkan tewas dalam insiden desak-desakan saat perayaan Halloween di area Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022).

Twitter
Simbol duka untuk insiden desak-desakan (stampede) yang terjadi saat perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Insiden desak-desakan (stampede) terjadi dalam perayaan Halloween di area Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022).

Dalam insiden tersebut, sedikitnya 149 orang dilaporkan tewas.

Menurut laporan pejabat setempat, desak-desakan terjadi ketika kerumunan orang dalam jumlah besar melonjak ke jalan sempit di Itaewon, yang dikenal sebagai kawasan hiburan malam di Korea Selatan.

Sementara, 76 orang mengalami luka-luka.

Insiden tragis di penghujung bulan Oktober ini terjadi dalam perayaan Halloween pertama di Itaewon sejak pandemi Covid-19 melanda.

Hingga artikel ini ditulis, penyebab insiden desak-desakan itu masih diselidiki.

itaewon stampede
Simbol duka untuk insiden desak-desakan (stampede) yang terjadi saat perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat.

Baca juga: Sosok Farzah, Mahasiswa UMM yang Jadi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan ke-135: Suka Menolong

Baca juga: Komnas HAM: dari Video Kunci, Gas Air Mata Diyakini Jadi Penyebab Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Ironi PSSI: Iwan Bule Main Bola dengan Presiden FIFA Kala 133 Jiwa Melayang di Tragedi Kanjuruhan

Presiden Korea Selatan Ambil Tindakan, Bela Sungkawa Berdatangan dari Negara Sahabat

Buntut dari insiden ini, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, mengadakan pertemuan darurat.

Setelahnya, Yoon Suk-yeol memerintahkan pembentukan satuan tugas untuk membantu merawat korban luka dan meluncurkan penyelidikan untuk mencari penyebab insiden desak-desakan ini.

Sementara itu, beberapa pemimpin dunia menyampaikan rasa bela sungkawa.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa mereka turut prihatin dan bersimpati atas tragedi yang menimpa rakyat Korea Selatan.

Kepala diplomat Uni Eropa (UE), Josep Borrell, mengungkapkan kesedihannya.

Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan, menjanjikan bahwa Amerika akan memberikan bantuan yang diperlukan.

Halloween sendiri bukanlah perayaan besar di Korea Selatan.

Namun, Itaewon adalah distrik yang kental dengan nuansa budaya internasional,

Sehingga, Itaewon menjadi lokasi puncak perayaan festival Halloween itu pada Sabtu (29/10/2022).

Itaewon pun dibanjiri anak-anak muda, beberapa di antaranya mengenakan kostum Halloween dan mengadakan pesta ataupun pergi clubbing.

Sayangnya, kemeriahan festival Halloween kali ini berubah menjadi kekacauan dan berujung duka.

Ratusan orang berdesak-desakan, menimbulkan kepanikan, hingga ada yang terinjak-injak.

Para korban dibaringkan dengan selimut berwarna biru, sementara layanan darurat tiba dan melakukan tugasnya.

itaewon stampede 2
Insiden desak-desakan di Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan saat perayaan Halloween, Sabtu (29/10/2022) malam. Akibat insiden ini, 149 orang dilaporkan tewas.

Dari beberapa video di Itaewon yang beredar, terlihat deretan kantong jenazah yang terletak di jalanan, petugas medis melakukan CPR, dan beberapa orang berusaha menarik orang-orang lain yang terinjak maupun tertumpuk.

Seorang saksi bernama Jeon Ga-eul, 30, sedang minum-minum di bar saat insiden desak-desakan itu bermula.

"Teman saya berkata: sesuatu yang mengerikan sedang terjadi di luar," katanya kepada kantor berita AFP, dikutip dari BBC.

"Saya berkata: apa katamu? Dan kemudian saya pergi ke luar untuk melihatnya, dan ada orang yang melakukan CPR di jalan."

Menurut kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul, Choi Seong-beom, sebagian besar korban tewas masih berusia remaja atau sekitar 20 an.

Sementara dari korban luka, 19 orang di antaranya mengalami luka berat dan 57 orang luka ringan.

Di antara korban tewas, ada 2 warga negara asing, dan 15 orang asing juga mengalami luka-luka.

Tingginya jumlah korban adalah akibat dari "banyak yang terinjak-injak", kata kepala pemadam kebakaran itu.

Satu video tampak menunjukkan ratusan orang berdesakan di jalan sempit dan miring di distrik tersebut.

Di tempat lain, petugas tanggap darurat mencoba menarik orang dari tumpukan jenazah.

Dalam video juga terdengar orang-orang menjerit.

Jenazah korban tewas akhirnya dikirim ke rumah sakit terdekat untuk diidentifikasi oleh anggota keluarga.

Sementara, Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan mengungkapkan bahwa responden darurat yang berada di Seoul telah dikerahkan.

Seorang dokter yang memberikan pertolongan pertama di tempat kejadian mengatakan, ketika dia pertama kali mulai melakukan CPR ada dua korban, tetapi "jumlahnya melonjak tak lama setelah itu, melebihi jumlah responden pertama."

Diperkirakan, ada sekitar 100.000 orang yang berkumpul merayakan Halloween di Itaewon pada Sabtu malam.

Adapun di media sosial sebelumnya menyebutkan ada beberapa warganet yang berkomentar bahwa daerah Itaewon sangat ramai sehingga terasa tidak aman.

Seorang saksi, Park Jung-Hoon, mengatakan kepada kantor berita Reuters, kerumunan besar adalah normal untuk perayaan Natal dan kembang api, tetapi "ini beberapa kali lipat lebih besar dari semua itu."

Seorang jurnalis lokal mengatakan, broadcast darurat telah dikirim ke setiap ponsel di Distrik Yongsan.

Isinya, mendesak warga untuk kembali ke rumah secepat mungkin karena "ada insiden darurat di dekat Hotel Hamilton di Itaewon."

Sumber: BBC

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved