Lima Petugas Rutan Kelas II B Ternate Terancam di PTDH, Gegara Aniaya Napi hingga Lakukan Penipuan

Lima petugas Rutan Kelas II B Ternate terancam di PTDH, Gegara lakukan penganiayaan terhadap seorang Napi hingga lakukan penipuan.

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
KLARIFIKASI: Karutan Kelas II B Ternate, Yudi Khaerudin saat ditemui disela-sela kerjanya, Kamis (1/11/2022). Di mana pada kesempatan itu ia berjanji akan memberikan sanksi tegas, pada lima oknum petugas yang berbuat kesalahan. 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kepala Rutan Kelas II B Ternate, Yudi Khaerudin menegaskan.

Bahwa akan memberikan berikan sanksi tegas, pada lima oknum petugas Rutan Kelas II B Ternate.

Di mana sanksi tegas itu berupa pemecatan tidak dengan hormat (PTDH), jika lima oknum petugas Rutan Kelas II B Ternate, terbukti melakukan kesalahan.

"Oknum petugas petugas yang melakukan kesalahan itu adalah Riski, Purwanto dan Radika."

Baca juga: DPRD Ternate Langsung Ambil Sikap, Janji Evaluasi Kontra Permbangunan Jalan di Kecamatan Pulau Moti

"Ketiga oknum tersebut, diduga melakukan aksi kekerasan, dengan cara menyetrum tahanan isial SK, "ucapnya, Kamis (1/12/2022).

Saat ini, tiga oknum petugas yang diduga melakukan kekerasan, sudah diberikan sanksi.

"Ketiganya sudah diberikan sanksi disiplin, berupa penarikan ke staf dan tidak lagi sebagai petugas tahanan, "tegasnya.

Selain itu, sanksi juga diberikan kepada dua oknum petugas, atas nama Subhan dan Darwis.

Sebab keduanya diduga ikut membantu, salah satu Napi atas mama Nafarullah Tamrin.

Untuk melakukan penipuan, terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial RN.

Yang gegara aksi tidak terpuji tersebut, RN merugi hingga ratusan juta rupiah.

Dirinya juga menyatakan, tidak akan mentolelir permasalahan yang terjadi, di internal Rutan Kelas II B Ternate.

Baca juga: KPU Morotai Temukan Pemilih Tidak Dikenal Sebanyak 728 Orang

"Tidak tolelir atau kompromi, kalau terjadi kesalahan, pasti akan saya proses, "imbuhnya.

Untuk proses sanksi oknum petugas, pihaknya masih menunggu proses hukum, yang sedang berjalan.

"Kalau saksinya nanti kita tunggu petunjuk dari pimpinan, bisa saja ke PTDH, tapi semuanya lagi berporses, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved