Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Bahasa Bacan Halmahera Selatan Terancam Punah, Soleman Bakir: Dilakukan Revitaliasasi

Karena bahasa daerah etnis Bacan di Halmahera Selatan terancam punah, maka dari itu Pemkab akan lakukan revitaliasasi.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
PROGRAM: Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Halmahera Selatan, Soleman Bakir saat memberikan keterangan, Selasa (10/1/2023). Di mana pada kesempatan ia ia menyebut, bahasa Bacan terancam punah. karena pihaknya akan lakukan revitalisasi. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Bahasa daerah etnis Bacan di Halmahera Selatan, saat ini terancam punah.

Hal itu lantaran penutur bahasa Bacan di kalangan masyarakat Halmahera Selatan, rata-rata di atas usia 30 tahun.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan, Soleman Bakir menyebut.

Bahasa Bacan terancam punah, jika tidak dibuat revitalisasi, seperti edukasi terharap masyarakat dan generasi muda.

Baca juga: 3 Kali Tak Dapat BLT, Warga Desa Imbu-Imbu Halmahera Selatan Tagih Ketegasan Bupati

"Di sekolah-sekolah misalnya, dibuatkan bahasa Bacan dalam kurikulum pendidikan, "katanya, Selasa (10/1/2023).

Menurutnya, terancam bahasa Bacan terancam punah, juga disampaikan salah seorang pakar linguistik.

Dari luar negeri bernama Prof James T Collins, yang memprediksi bahasa Bacan punah di tahun 2030.

Meski begitu, bahasa Bacan merupakan salah satu bahasa di Maluku Utara, yang punya kamus bahasa daerah sendiri.

"Alhamdulillah, bahasa Bacan sudah punya kamus bahasa daerah, dan satu-satunya di Maluku Utara, "bebernya.

Sambungnya, saat ini Pemkab Halmahera Selatan sedang merumuskan, teknis revitalisasi bahasa Bacan, untuk diterapkan sebagai kurikulum pendidikan.

"Informasi yang saya dapat itu baru di SMP 1 Bacan. Tapi sebagian besar itu belum menyeluruh, “terangnya.

Sedangkan untuk bahasa etnis Tobelo-Galela dan Makian, masih terbilang normal.

Karena di masing-masing daerah, masyarakat masih menggunakan bahasa tersebut, dalam berkomunikasi.

"Tapi Insya Allah tahun ini, bahasa Bacan juga masuk direvitalisasi di balai bahasa Provinsi, "tuturnya.

Baca juga: Hore! Tahun 2023 Ini, Mahasiswa S1 asal Halmahera Selatan, Dapat Beasiswa Studi Akhir Rp 2,5 Miliar

Untuk menghidupkan kembali bahasa Bacan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan.

Akan membentuk komunitas-komunitas kebudayaan, yang bisa membangun bahasa Bacan.

"Kami juga berharap ada Perda tentang kebudayaan, terutama penggunaan bahasa dan pakaian adat, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved