Kasus Tewasnya Brigadir J

Tuntutan ke Kuat Maruf Disebut Terlalu Berat dan Tak Berdasar: Tak Terlibat, Harusnya Vonis Bebas

Bagi pihak Kuat Maruf, tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) itu terlalu berat dan tak berdasar.

Editor: Ifa Nabila
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Maruf menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Maruf, dituntut pidana delapan tahun penjara.

Bagi pihak Kuat Maruf, tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) itu terlalu berat dan tak berdasar.

Kuasa hukum Kuat Maruf, Irwan Irawan akan melayangkan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan tersebut dalam sidang besok.

Baca juga: Ayah Brigadir J Sorot Ekspresi Ferdy Sambo yang Dituntut Seumur Hidup: Tetap Tidak Ada Penyesalan

Dengan pleidoi itu dirinya berharap, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dapat menjatuhkan hukuman yang adil.

"Kami mohon doa agar pembelaan klien kami dapat mengetuk hati majelis hakim agar dapat memutus perkara ini dengan adil," kata Irwan saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (23/1/2023).

Lebih jauh, Irwan juga menyatakan kalau tuntutan jaksa terhadap kliennya juga tidak berdasar.

Hal itu didasari, karena menurut dia, tidak ada keterlibatan yang besar dari Kuat Maruf atas tewasnya Brigadir J.

Atas hal tersebut, tim kuasa hukum kata Irwan, meminta kepada majelis hakim dapat memvonis Kuat Maruf dengan putusan bebas dari segala dakwaan dan tuntutan dari jaksa.

"Iya terlalu berat dan tak berdasar, sejak awal kami berkeyakinan KM tidak terlibat dalam perkara ini. Makanya seharusnya KM divonis bebas," tukas Irwan.

Sebelumnya, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Maruf telah dituntut delapan tahun penjara dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Atas tuntutan tersebut, pihak Kuat mengungkapkan kekecewaannya.

Kekecewaan itu karena pihak Kuat mengklaim tak mengetahui adanya rencana pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Kapasitas Kuat Maruf yang dalam beberapa hal dalam peristiwa ini tidak tahu-menahu," ujar pengacara Kuat Maruf, Irwan Irawan saat ditemui usai persidangan pada Senin (16/1/2023).

Tuntutan delapan tahun itu disebut Irwan tak sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved