Sejarah Singkat Lahirnya Desa Yayasan di Morotai, Lokasi yang Dahulu Jadi Tempat Penampungan Kopra
Dahulu jadi tempat penampungan kopra, berikut ini sejarah singkat terbentuknya Desa Yayasan di Morotai
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Berikut ini sejarah singkat, lahirnya Desa Yayasan di Pulau Morotai.
Setahun sebelum Kemerdekaan RI, dalam masa pendudukan tentara sekutu yang di komandai Amerika Serikat (AS).
Maka pusat pemerintahan atau kecamatan di Desa Wayabula di pindahkan ke Desa Daeo, bagian timur Pulau Morotai.
Kemudian pada 1951, pusat pemerintah tersebut kembali dipindahkan Desa Daruba, sebagai wilayah cultural Morotai Selatan.
Baca juga: Sejarah Singkat Berdirinya Bandara Pitu Morotai, Sebuah Bandara Peninggalan PD II di Maluku Utara
Dalam masa berkecamuknya perang dunia ke-II, mula-mula Pulau Morotai diduduki oleh tentara Jepang.
Yang kemudian membangun Bandara di Desa Daruba, untuk dijadikan pangkalan militer pada Perang Dunia II.
Namun Desa Daruba setelah diduduki tentara sekutu, Bandara tersebut diperluas menjadi pangkalan militer AS.
Hingga saat ini, Bandara tersebut dijadikan pangkalan TNI-AU, yang lokasinya di Desa Daruba sebagai wilayah kultural pada masa itu.
Pada 1952, Desa Daruba termasuk wilayah perdagangan ekonomi, yang pada kala itu ekonomi di bidang kopra.
Yang kemudian hasil dari kopra, dibawah ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sementara tempat penyimpanan kopra, yang dibawah dari Irian ke Morotai (Desa Daruba).
Desa Yayasan di namakan dengan Yayasan Kopra, karena waktu itu gudang-gudang yang ditempatkan di sana.
Dan nama dari gudang tersebut, adalah DAKOMIB (Dana Kopra Maluku Irian Barat).
Oleh karena itu, warga Desa Daruba menyebutkan Desa Yayasan, bagian dari anak Desa Daruba.
Desa Yayasan tempo dulu, adalah desa yang berada dalam Pemerintahan Desa induk, Desa Daruba.
Prakiraan Cuaca Maluku Utara, Jumat 29 Agustus 2025: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan Ringan |
![]() |
---|
Buka Sarasehan Kebudayaan 2025, Wagub Malut Sarbin Sehe Dorong Penetapan Cagar Budaya |
![]() |
---|
Karena Dinyatakan Tidak Lulus, Belasan Calon PPPK T.A 2024 Mengadu ke DPRD Kepulauan Sula |
![]() |
---|
Disperindagkop Halmahera Timur Perketat Pengawasan Penjual Minyak Tanah |
![]() |
---|
Tim Labfor Polda Sulawesi Utara Olah TKP Rumah Terbakar di Desa Kilong Taliabu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.