Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Profil Fauzi Abd Aziz, Kades Ngele-ngele Besar Morotai yang Dulunya Sopir dan Jual Besi Putih

Berikut ini profil singkat Fauzi Abd Aziz, Kades Ngele-ngele Besar Morotai. Dulunya pernah jadi sopir dan jajakan Besi Putih diatas kapal.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
PROFIL: Kades Ngele-ngele Besar, Fauzi Abd Aziz saat diwawancarai mengatakan, sebelum menjadi Kades ia pernah melakoni beberapa pekerjaan, yakni sopir lintas dan jualan besi putih, Senin (20/3/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Fauzi Abd Aziz ialah seorang anak muda, yang jabat Kades Ngele-ngele Besar, Morotai Selatan Barat.

Pria kelahiran Morotai ini, melewati masa pendidikannya dengan berpindah-pindah.

Ada dua faktor sehingga Fauzi Abd Aziz, harus melakoni hal tersebut.

Pertama karena nakal, kedua karena pekerjaan orang tuanya, sehingga mengharuskan hidup nomaden.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Desa Yayasan Morotai, Desa Berpenduduk 1.475 Jiwa dan Segala Potensinya

Bagaimana tidak, bersekolah mulai dari Morotai, Kota Ternate, Solo hingga ke Manado.

Meski berpindah, namun Bul (sapaan,red) bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA.

"Saya TK dan SD di Morotai, setelah itu ke Manado, belum tamat, saya balik ke Morotai lagi."

"Pada 1999 saat rusuh itu, kita sekeluarga hijrah ke Solo, sekolah SMP di Solo, tapi saya dikeluarkan karena nakal."

"Balik ke Morotai sekolah lulus di SMP 1 Morotai, setelah itu saya SMA negeri di Morotai, saya pindah ke SMA Negeri 2 Ternate."

"Saya lulus 2005, tapi saya balik lagi lagi sekolah SMA di Morotai, SMA Muhammadiyah lulus di situ, "jelasnya.

Seraya mengaku beryukur, kala ia mendapatkan pengetahuan di bangku SMA.

Sebab salah satu guru, yang pernah mengajarinya ialah Muhammad Umar Ali.

"Iya, guru itu sekarang jadi Pj Bupati Pulau Morotai, terima kasih Pak, "ungkapnya.

Dia juga mengisahkan, suka dukanya saat berjualan asesoris besi putih di atas kapal.

Sebelum barangnya laku terjual, Ia tak mau menginjakkan kaki di daratan.

"Tapi sebelum balik ke Morotai, saya sempat jual besi putih di Ternate, di kapal KM Lambelu."

"Jadi selama barang belum habis, kita tetap diatas kapal, kalau laku baru turun."

"Kapal pergi mana saja, dari Sabang sampai Merauke, kita tetap diatas kapal, jualan besi putih, "ujarnya.

Dikatannya, setelah berjualan asesoris besi putih, ia memutuskan balik ke Morotai, untuk bantu orang tua urus proyek.

"Balik Morotai urus proyek, setelah itu, saya masuk di PT MMC, kerja dari 2007 sampai 2010."

"Saat itu, masa jabatan Bupati Weni Paraisu, itu saya karja di Satpol PP, dan dipindahkan ke pemadam kebakaran."

Bahkan Kepala Desa muda ini, juga menceritakan pernah bekerja sebagai sopir angkut lintas Sulawesi.

"Setelah itu saya jadi supir lintas Sulawesi, rute Makassar-Manado PP selama 2 tahun."

"Saya balik ke Morotai, saya tanam Kelapa Bido di Pulau Ngele-ngele ini."

"Bahkan dari Kementrian Pertanian juga sudah pernah datang ke sini, memberikan label dan sertifikat langsung."

"Dan Alhamdulillah, saya juga membuka lapangan kerja kecil-kecilan, memberdayakan warga di sini."

"Untuk bersih-bersih di kebun Kelapa Bido, yang saya tanam sekitar 4 hektar."

Baca juga: Sejarah Singkat Berdirinya Bandara Pitu Morotai, Sebuah Bandara Peninggalan PD II di Maluku Utara

"Saya terpilih Kepala Desa sudah 1 tahun, waktu kemarin tahun 2022."

"Bahkan saya programkan untuk menanam Kelapa Bido, di depan-depan rumah warga."

"Saya jadi Kepala Desa baru periode pertama, Alhamdulillah warga juga respon baik, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved