Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bersama Wali Kota, Perayaan Malam Lailatul Qadar di Kesultanan Ternate Berlangsung Khidmat

Malam Lailatul Qadar di Ternate dipusatkan di Kedaton Kesultanan, yang dihadiri Sultan Ternate, Wali Kota Ternate dan tamu undangan

|
Penulis: Amri Bessy | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Istimewa
PERAYAAN: Prosesi bakar Lampu Ela-Ela oleh Sultan Ternate, Hidayatullah Syah dan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, sambut Malam Lailatul Qadar di Kedaton Kesultanan Ternate, Selasa (18/4/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sultan Ternate, Hidayatullah Syah, bersama Wali Kota M Tauhid Soleman.

Nyalakan obor induk Lampu Ela-Ela, pada Malam Lailatul Qadar, di Kedaton Kesultanan Ternate, Selasa (18/4/2023).

Giat keagamaan ini memperingati Malam Lailatul Qadar, tepanya malam ke 27 Ramadhan 1444 H/2023 M.

Amatan TribunTernate.com, acara tahunan ini, menyedot banyak perhatian warga.

Baca juga: Ratusan Calon Penumpang KM Bunda Maria Rute Ternate-Halmahera Selatan Desak Desakan Beli Tiket

Bagaimana tidak, sebelum Lampu Ela-Ela dinyalakan pukul 19:20 WIT, warga sudah padati Kedaton Kesultanan Ternate.

Terlihat Sultan Ternate bersama Wali Kota Ternate, bersiap-siapa menyalakan obor induk.

Sebelumnya, Jo Kalem Kesultanan Ternate, Hidayatussalam Sehan memimpin doa.

Peringatai Malam Lailatul Qadar ini juga dirangkaikan, dengan perayaan adat Kabasaran Uci.

Kemudian setelah obor dinyalakan, rombongan Sultan kemudian menuju Sigi Lamo atau Masjid Kesultanan Ternate.

Kepada media ini, Jo Kalem Kesultanan Ternate, Hidayatussalam Sehan mengatakan.

Tradisi Kabasaran Uci memang dilakukan, seiring dengan perayaan Malam Lailatul Qadar.

Menurutnya, tradisi ini lazimnya digelar tepat pada malam ke 27 Ramadhan, di mana Sultan dan rombongan.

Turun dari Kesultanan Ternate, untuk melaksanakan Ibadah di Masjid Sigi Lamo.

"Memang sudah sejak awal berdirinya Kesultanan Ternate pada 1257 sebelum masehi."

"Tradisi ini digelar, dan dijaga sampai sekarang, "bebernya.

Adapun imama yang dipakai Sultan, merupakan imama berusia 700 tahun, yang digunakan Sultan terdahulu.

"Sehingga tradisi ini juga digelar dengan tujuan, memohon hidayah dan keberkahan saat Ramadhan."

"Perayaan ini disambut meriah warga, mulai seperti anak-anak hingga orang dewasa, "ujarnya.

Baca juga: Kepala BKD Provinsi Maluku Utara: Gubernur Sampai Lantik Nurlaila Karena Bagus Bekerja

Sultan dan rombongan juga melaksanakan, Salat Tarawih di Masjid Sigi Lamo.

Usai Salat, rombongan kembali ke Kedaton Kesultanan Ternate, untuk mendengar.

Tausiah dari Habib Abubakar Bin Hasan Al-Attas Azzabidi, soal makna Malam Lailatul Qadar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved