Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jika Tak Diindahkan, 40 Guru SMK Negeri 1 Ternate Ancam Mundur, Buntut Penunjukan Kepsek Defenitif

Sebanyak 40 guru SMK negeri 1 Kota Ternate acam mundur, jika Nurjana Tahir Junus masih jebat Kepala Sekolah defenitif

|
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
TUNTUTAN: Spanduk bernada protes yang dibentangklan guru, murid dan alumni SMK Negeri 1 Kota Ternate, atas kebijakan Gubernur dan Dikbud Maluku Utara yang menunjuk Nurjana Tahir Junus sebagai Kepsek defenitif, Senin (5/6/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - 40 guru SMK Negeri 1 Kota Ternate, mengancam mundur sebagai tenaga pengajar.

Jika Nurjana Tahir Junus masih ditunjuk Dikbud Maluku Utara, sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Ternate.

Ketegasan itu ditandai dengan petisi hingga aksi protes, dengan membentangkan spanduk penolakan.

Yang dilakukan sejumlah guru, siswa dan alumni SMK Negeri 1 Kota Ternate, Senin (5/6/2023).

Baca juga: Ini Poin Tuntutan Penolakan Kepsek dari Guru, Murid dan Alumni SMK Negeri 1 Ternate

"Kami menerima SK itu, secara moril kami terakomodir untuk menolak, "ucap Rahayu Radjab, seorang perwakilan Dewan Guru.

Mereka juga mempertanyakan, pertimbangan dalam SK Gubernur Maluku yang menyebut.

Pengaktifan kembali Nurdjana Tahir Junus demi kebaikan, kelancaran, dan kepentingan pendidikan.

Hal ini dinilai keliru, lantaran dengan tidak adanya Nurjana Tahir Junus.

Aktivitas belajar mengajar, justru berjalan aman hingga ujian ataupun asesmen.

"Baru 3 minggu kita mendapatkan Plt Kepsek, (dan semuanya berjalan aman,red), "katanya.

Menurutnya, penolakan ini karena Nurjana Tahir Junus dinilai bermasalah.

Salah satunya penggunaan dana BOS, yang diperkuat dengan hasil audit Inspektorat (indikasi korupsi,red).

"Orang Inspektorat sendiri menyampaikan, kepada kami para guru."

Baca juga: Guru dan Murid SMK Negeri 1 Ternate Menolak Keputusan Penetapan Kepala Sekolah

"Kalau dari hasil audit mereka adanya temuan, sehingga Gubernur berikan kami Plt, "ucap Rahayu.

Lanjutnya, jika tuntutan ini tidak diakomodir, maka 40 guru siap mundur dan siap dimutasikan.

"Aksi protes ini tidak menganggu belajar mengajar kami, karena sebelum aksi, kami lakukan asesmen atau semester lebih dulu, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved