Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Progres Pembangunan RSP Makian Baru 20 Persen, PPK Dinkes Halmahera Selatan Ungkap Kendala Ini

Dari progres rencana sekarang dikisaran 29 persen sekian, tapi ada deviasi mines berkisar 9 persen

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
PROYEK: PPK Dinkes Halmahera Selatan Halid Hi. Yusuf ketika menjelaskan progres pembangunan RSP Pulau Makian, Jumat (11/8/2023). Ia mengungkap sejumlah kendala dalam pekerjaan proyek tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Selatan, Halid Hi. Yusuf, mengungkap progres pembangunan Rumah Sakit Prtama (RSP) Pulau Makian.

Ia mengatakan, pekerjaan pryoek dengan nilai anggaran Rp 44 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2023 yang dikerjakan PT Bina Utama itu, terlaksana baru 20 persen lebih.

“Dari progres rencana sekarang dikisaran 29 persen sekian, tapi ada deviasi mines berkisar 9 persen,” katanya, Jumat (11/8/2023).

Halid mengaku ada beberapa kendala yang membuat pekerjaan proyek tersebut sedikit terlambat, meski sudah ada pencairan anggaran 20 persen atau sekitar Rp 8 miliar lebih.

“Memang ada masalah teknis terjadi di lapangan, misalnya keterlamabatan mobilisasi material, karena ada material dari Surabaya. Kemudian masalah non teknis itu ada pekerja dan pekerja saling tidak senang dan pulang,” ungkapnya.

“Lalu ada stagnan pekerjaan sekitar dua hari, tapi sekarang sudah jalan. Kendala lain belum dibayarkan material warga sekitar, tapi sekarang sudah diselesaikan juga,” sambungnya.

Baca juga: Marah-marah di RS Bisui, Oknum Tenaga Ksehatan Halmahera Selatan Bakal Diperiksa

Lebih lanjut Halid mengatakan bahwa kontrak kerja dengan pihak rekanan terhitung dari 29 Maret hingga 29 Desembar 2023 atau selama 270 hari.

Karena itu, pihaknya bakal berupaya agar bangunan RSP Pulau Makian segera tuntas di akhir tahun ini.

“Sampai ini dari pihak kami dan kontraktor masih tetap optimis untuk selesai. Kemarin kami juga sudah rapat koordinasi, itu dua minggu ke depan pihak kontraktor janji harus capai 10 persen dengan perhari bobot pekerjaan 1,2 persen untuk menutupi keteringgalan kemarin,” jelasnya.

Halid juga menambahkan, pihaknya tetap mengambil langkah-langkah strategis lain agar pekerjaan tersebut sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami akan selalu lihat progres di lapangan, kalau ada kemungkinan terburuk, kami akan ambi langkah-langkah. Jadi kami lihat progres dua minggu ke depan ini,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved