Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kekurangan Makan 3 Hari di Arab Saudi, Jemaah Haji asal Sidoarjo Gugat Kemenag RI Rp1,1 Miliar

Jemaah haji asal Sidoarjo melayangkan gugatan perdata senilai Rp1,1 miliar terhadap Kemenag RI karena menilai pelayanan haji 2023 buruk.

Tangkap layar YouTube/TVONe News
Jemaah haji asal Sidoarjo, Jawa Timur bernama Prayitno melayangkan gugatan perdata Rp1,1 miliar terhadap Kemenag RI 

Awalnya Prayitno menceritakan soal makanan sederhana yang didapatnya selama ibadah haji.

Ia mengaku mendapatkan makanan berisi orek tempe, tahu dan orek telur dan terkadang nasi kuning.

Namun, ia mengaku saat itu ia menganggapnya sebagai ujian dan dirinya bersabar.

“Jadi di sana kita ketawa-ketawa aja, kita anggap cobaan hidup,” ujarnya, dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (22/8/2023).

Baca juga: Pulang dari Tanah Suci, Ibu Haji di Kalimantan Utara Diciduk Polisi: Jual Miras, Sewakan PSK

Baca juga: Balada Jemaah Haji asal Makassar Pamer 180 Gram Emas, Diperiksa Bea Cukai ternyata Emas Imitasi

Lalu, ketika di Mekkah dirinya mendapat pengumuman dari petugas kloter.

Petugas mewanti-wanti kloternya tidak mendapatkan jatah makanan tiga hari.

Saat itu, pihaknya hanya mendapat penjelasan tidak mendapatkan jatah makanan dengan alasan katering sedang fokus untuk Arafah dan Mina.

Ia mendapat informasi tersebut seminggu sebelum tidak mendapatkan jatah makanan tersebut.

“Jadi cuma itu aja, gak ada penjelasan nanti kita diganti oleh katering lain atau menu roti atau menu lain. Jadi gak dapat jatah makan, titik, ternyata gak ada gantinya,” ujarnya.

Saat di Mudzalifah rencananya mereka akan dijemput oleh panitia menuju Mina setelah salat subuh.

Namun kenyataannya setelah pagi hingga siang mereka belum kunjung dijemput.

Bahkan dirinya dan jemaah haji lainnya menunggu dan tidak mendapatkan jatah makan sarapan bahkan makan siang.

Mereka akhirnya baru dijemput pada pukul 11 siang yang kala itu matahari terik menyengat.

Ia menceritakan ada banyak jemaah haji lansia terutama pingsan, bahkan dirinya pun dehidrasi.

“Itu sampai pukul setengah 2 baru beres penjemputan ke Mina, saya sendiri mengalami dehidrasi. Karena pagi tidak dapat sarapan, terus sampai diangkut pukul 11 itu belum dapat jatah makan siang, sampai di Mina itu pun tidak dapat makan siang,” paparnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved