Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Sepanjang Januari hingga Agustus 2023 Sudah 64 Kali Bencana Alam Mengancam Halmahera Selatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan mencatat ada 64 bencana alam terjadi pada tahun ini.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
BENCANA: Banjir bandang terjadi di desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan beberapa waktu lalu. Di mana, BPBD mencatat ada 64 bencana alam terjadi pada Januari hingga Agustus, Rabu (30/9/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan mencatat ada 64 bencana alam terjadi pada tahun ini.

Bencana alam tersebut, dirilis sejak Januari hingga Agustus 2023.

Dari 64 bencana itu, terdiri dari 23 banjir bandang, 2 tanah longsor, 9 angin puting beliung, 25 abrasi pantai, 2 pohon tumbang, 2 banjir rob dan 1 gempa bumi.

“Sementara di luar bencana alam yang masuk penanganan tanggap darurat, itu 7 kali kebakaran rumah,” ujar Kepala BPBD Halmahera Selatan M Ichwan Iskandar, Rabu (30/8/2023).

Menurut Ichwan, sebagian besar bencana alam terjadi di wilayah pesisir pantai.

Akibatnya, menimbulkan kerugian materil yang cukup signifikan.

“Jadi baik fasilitas publik hingga rumah milik warga yang terdampak. Tapi sebagian besar shdah ditangani,” terangnya.

Baca juga: Tekan Kemiskinan, Pemkab Halmahera Selatan Buat Koperasi Usaha Bersama: Rp 18 Juta per Kelompok

Untuk saat ini, lanjut dia, BMGK belum merilis potensi cuaca ekstrim di wilayah Halmahera Selatan.

Namun Ichwan mengimbau agar warga tetap waspada.

Sebab belakangan ini, terpantau hujan deras, angin kencang hingga gelombang tinggi sering terjadi.

“Khusus warga di wilayah pesisir pantai agar tetap waspada. Begitu juga warga yang pemukimannya dekat kali mati,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved