Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Damkar Halmahera Selatan Tangani I6 Kali Peristiwa Kebakaran Tahun Ini, Paling Banyak Perkebunan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan dalam tahun ini sudah menangani 16 kali peristiwa kebakaran.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
KEBAKARAN: Tampak armada milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sedang memusnahkan api ketika satu unit kios di Desa Babang, Bacan Timur terbakar beberapa bulan lalu. Kebakaran sepanjang tahun ini tercatat 16 kali, Rabu (14/11/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan dalam tahun ini sudah menangani 16 kali peristiwa kebakaran.

Kebakaran, dominan terjadi di area perkebunan warga Pulau Bacan semasa musim kemarau panjang beberapa bulan ini.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan Umar Alhadar mengatakan peristiwa kebakaran tahun ini lebih banyak jika dibandingkan tahun 2022 lalu.

Dari 16 peristiwa yang ditangani, belum sepenuhnya tercatat karena ada lokasi lainnya kebakaran yang tidak bisa diakses.

"Karena ada yang terjadi di Bacan Timur Selatan dan pulau-pulau lain, sehingga kita tidak tangani karena tidak bisa dijangkau," kata Umar, Rabu (15/11/2023).

Baca juga: Halmahera Selatan Belum Punya Dewan Pengupahan Daerah, Soadri: Kita Upayakan Tahun Depan

Untuk peristiwa rumah terbakar, tercatat sebanyak 6 unit. Sedangkan pada tahun 2022 lalu, menurut Umar, hanya 3 unit rumah.

Ia pun berharap di sisah akhir tahun 2023, tidak lagi terjadi kebakaran.

"Dari 16 kebakaran yang kita tangani tahun ini, itu 6 unit rumah dan sisahnya itu lahan warga. Kita berharap tahun depan minimalnya peristiwa ini berkurang," jelasnya.

Umar juga mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran tahun ini yang cukup menantang adalah di Desa Mandaong, Bacan Selatan pada akhir bulan September 2023.

Di mana, proses pemadaman satu unit rumah warga desa setempat membutuhkan waktu cukup panjang, karena api cepat membesar.

"Tapi alhamdulillah sepanjang tahun ini tidak ada korban jiwa," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved