Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BKKBN Malut

BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah

Acara Rembus Stunting 2023 berlangsung sukses yang dihadiri Kaper BKKBN Malut, Wagub Malut dan Pj Bupati Halmahera Tengah

Editor: Munawir Taoeda
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Acara-rembuk-Stunting-2023-di-Halmahera-Timur.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Wakil Gubernur Maluku Utara (kedua dari kanan) dan Kaper BKKBN Maluku Utara (paling kanan) lakukan foto bersama usaia acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Deputi-Keluarga-Sejahtera-dan-Pemberdayaan-Keluarga-yang-hadiri-acara-Rembuk-Stunting-2023.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga pada acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Foto-bersama-seusai-acara-Rembuk-Stunting-2023-di-Halmahera-Tengah.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (batik coklat), Wakil Gubernur Maluku Utara (tengah) dan Kaper BKKBN Maluku Utara (paling kiri) lakukan foto bersama usai acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).

TRIBUNTERNATE.COM, WEDA - Sebagai wujud komitmen dalam upaya mencegah dan menanggulangi Stunting.

Bupati Halmahera Tengah menggelar rembuk Stunting Tahun 2023, bertempat di Aula Salahuddin bin Talabuddin, Kantor Bupati.

Rembuk Stunting ini dihadiri Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga.

Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, sekaligus Ketua TPPS Provinsi Maluku Utara.

Baca juga: Penyelenggaraan Tes CAT Seleksi Kompetensi Teknik Calon PPPK BKKBN Maluku Utara Tahun 2023

Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Sekretaris daerah, Asisten dan Para Staf Ahli.

Kepala BKKBN Provinsi Maluku Utara, Kepala OPD Pemerintah Daerah Halmahera Tengah.

Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Tengah serta Ketua Dharma Wanita kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam rembuk Stunting, Deputi KSPK BKKBN mengukuhkan Bapak Asuh Stunting PT IWIP.

Serta menandatangani Berita Acara Rembuk Stunting, dan Komitmen dukungan yang didampingi oleh.

Bupati Halmahera Tengah yang diwakili oleh PJ Bupati Ikram M Sangadji, serta Ketua TPPS Provinsi Maluku Utara.

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN juga mengukuhkan Duta Genre Desa/Kelurahan.

Para Duta GenRe kelurahan terpilih ini, nantinya akan menjadi role model, perpanjangan tangan.

Dalam menyampaikan program generasi berencana untuk masyarakat, terutama kaum remaja di kabupaten Halmahera Tengah.

Duta genre diharapkan menjadi corong terdepan, penyebaran informasi penyiapan kehidupan remaja.

Dalam mempengaruhi teman teman sebayanya untuk menghindari seks bebas, nikah dini, NAPZA dan Anti Terorisme.

Setelah pengukuhan DuGen, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti ,SE, MT memberikan sambutan.

Dalam sambutannya Deputi KSPK menyampaikan Indonesia telah mengalami tren penurunan prevalensi Stunting yang cukup siginifikan dari tahun ke tahun.

Namun masih berada diatas ambang batas standar WHO, sehingga masih berkategori darurat Stunting.

Berdasarkan data SSGI 2022, prevalensi stunting Indonesia berada pada angka 21,6 persen.

"Angka Prevalensi Stunting Provinsi Maluku Utara meskipun mengalami penurunan sebesar 1,4 persen."

"Dari 27,5 persen tahun 2021 menjadi 26,1 persen tahun 2022 namun angka ini masih di atas angka nasional."

"Saya cukup mengapresiasi penurunan Prevalensi Stunting Kabupaten Halmahera Utara yang cukup besar."

"Yaitu 5,6 persen dari 30.5 persen pada tahun 2021 menjadi 24.9 persen tahun 2022."

"Meski demikian kita harus terus mengerahkan segala daya upaya sehingga target 14 persen pada tahun 2024."

"Sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dapat tercapai, "ujar Nopian.

Tidak hanya itu Deputi KSPK juga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, karena hal ini menunjukkan komitmen."

"Pemprov Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Tengah, dalam upaya percepatan penurunan Stunting dari hulu.

"Dengan menyasar para remaja sebagaimana diatur dalam Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021."

"Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Tahun 2021 - 2024."

"Pasal 3 poin a dan b disebutkan bahwa Remaja dan Catin merupakan sasaran upaya pencegahan stunting, "ujar Nopian dalam Sambutannya.

Hal ini juga disampaikan oleh Deputi KSPK atas capaian tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya, kepada Bapak Bupati beserta jajarannya."

"Karena tadi kita sudah mengukuhkan Duta GenRe Desa/Kelurahan se Kabupaten Halmahera Tengah."

Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi, dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan BKKBN Provinsi Maluku Utara.

Untuk menyelesaikan pembentukan Duta Genre tingkat desa/kelurahan.

Harapannya Duta Genre tingkat/desa kelurahan di Provinsi Maluku Utara dapat segera mencapai target 100 persen.

Selanjutnya, Ketua TPPS Provinsi Maluku Utara yang sekaligus Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara juga mengajak semuanya untuk lebih serius.

Lebih berkomitmen dalam Percepatan Penurunan Stunting, Melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja berkualitas.

Dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat swasta, organisasi non pemerintahan, dunia usaha, dunia kerja, perguruan tinggu serta pihak-pihak lainnya.

Dengan adanya komitmen dan sinergi yang kuat serta cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting maka gerakan kita tidak boleh sia-sia.

“Dalam rembuk stunting ini, mari kita duduk bersama dan berdiskusi tentang aksi apa-apa saja yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan dalam upaya penanganan Stunting."

"Apa saja kelemahan yang ditemui dan apakah dalam perencanaan ataukah dalam pelaksanaan implementasi, "ujar Yasin Ali Ketua TPPS Provinsi Maluku Utara.

PJ Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji dalam sambutannya mengatakan, persoalan Stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional.

Dan Kabupaten Hamahera Tengah menjadi salah satu Kabupaten prioritas, dari 100 Kabupaen/Kota di Indonesia.

Pada tahun 2019, berdasarkan Surat menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional nomor: B.240/M.PPN/D.5/PP.01.01/04/ 2019.

"Sesuai dengan kebijakan strategi Nasional, yang tercantum dalam peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 73 tahun 2021."

"Tentang Percepatan Penurunan Stunting yang diundangkan pada tanggal 5 Agustus 2021."

"Telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting antara lain: Pertama, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa.

"Kedua, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; Ketiga, peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa."

"Keempat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat."

"Dan kelima, penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi."

"Dalam rangka pelaksanan strategi tersebut, maka pada hari ini kita melaksanakan satu agenda penting dalam rangka penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Hamahera tengah yaitu Rembuk Stunting dengan tema "CEGAH STUNTING UNTUK GENERASI FAGOGORU YANG LEBIH MAJU, "ujar Ikram.

Baca juga: Sambut Hari Nusantara, BKKBN Maluku Utara Gelar Sejumlah Kegiatan di Tidore

Ikram melanjutkan bahwa kunci pencegahan dan penanggulangan stunting adalah pada 1000 (seribu) hari pertama kehidupan (HPK) sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun (Baduta) baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan.

"Saya berharap  Rembuk pada hari ini dapat meningkatkan komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Hamahera Tengah, "Ujar Ikram

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Launching Gemar Makan Ikan Oleh Dinas Perikanan Halmahera Tengah, Pemberian Tablet Tambah Darah oleh Deputi KSPK didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Launching Kampung Keluarga Berkualitas 73 Desa dan Launching Stiker KIE mengenai Stunting oleh DP2KBP3A Kabupaten Halmahera Tengah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved