Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BKKBN Malut

Mencegah Stunting: Pentingnya Tablet Tambah Darah untuk Remaja

Guna mencegah terjadinya Stunting pada anak, pentingnya tablet tambah darah untuk remaja

|
Editor: Munawir Taoeda
Mencegah Stunting: Pentingnya Tablet Tambah Darah untuk Remaja - Ketua-Jalasenastri-Lanal-Kota-Ternate-Via-Ridwan-Azis-lakukan-sesi-foto-bersama.jpg
Dok Jalasenastri Lanal Kota Ternate
PROGRAM: Ketua Jalasenastri Lanal Kota Ternate, Via Ridwan Azis saat foto bersama pada acara pembinaan remaja dalam rangka pencegahan Stunting, Senin (19/2/2024)
Mencegah Stunting: Pentingnya Tablet Tambah Darah untuk Remaja - Suasana-pembinaan-remaja-dalam-rangka-pencegahan-Stunting-di-Kota-Ternate.jpg
Dok Jalasenastri Lanal Kota Ternate
PROGRAM: Suasana pembinaan remaja, dalam rangka pencegahan Stunting dari hulu melalui Posyandu remaja, Senin (19/2/2024)
Mencegah Stunting: Pentingnya Tablet Tambah Darah untuk Remaja - Suasana-penyuluhan-remaja-dalam-rangka-pencegahan-stunting-di-Kota-Ternate.jpg
Dok Jalasenastri Lanal Kota Ternate
PROGRAM: Suasana pembinaan remaja dalam rangka pencegahan stunting dari hulu melalui Posyandu remaja, Senin (19/2/2024)

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Para remaja berbondong-bondong hadir pada pembinaan remaja.

Dalam rangka pencegahan Stunting, dari hulu melalui Posyandu remaja.

Yang diinisiasi oleh Jalasenastri Lanal Kota Ternate, yang bekerja sama dengan Puskesmas Siko Kota Ternate.

Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kota Ternate Utara, di Posyandu Kasih Ibu, Kelurahan Akehuda, Sabtu, (17/2/2024).

Baca juga: Tak Kenal Lelah, TP PKK Morotai Terus Sampaikan Bahaya Stunting dan Dampak Negatif Pernikahan Dini

Pada kegiatan ini diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja, khususnya remaja putri.

Upaya pemberian TTD kepada remaja putri ini dilakukan untuk meminimalisasi perempuan usia muda mengalami anemia.

Berdasarkan data WHO, 2020, Prevalensi Anemia di Indonesia mencapai angka 39,1 persen.

Sedangkan berdasarkan data Kemenkes RI 2020, prevalensi anemia remaja putri untuk Maluku Utara capaian 76,2 persen.

Hal ini berarti sekitar 7 dari 10 anak remaja di MalukuUtara menderita anemia.

Seorang remaja putri yang menderita anemia, beresiko menjadi wanita usia subur yang anemia.

Dan akan menjadi ibu anemia, yang dapat mengalami kekurangan energi kronis saat hamil nanti.

Hal tersebut bisa meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan Stunting.

Oleh karena itu, kegiatan ini digagas untuk mencegah anemia dengan mengkonsumsi TTD secara teratur sejak remaja.

Via Ridwan Azis mengatakan, pihaknya bersama seluruh anggota Jalasenastri Lanal Kota Ternate.

Aktif mendukung pencegahan anak terlahir Stunting, dengan pencegahan sedini mungkin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved