Harga Kopra Morotai
Demi Pegawainya, Saiful Gares Bertahan Meski Harga Kopra di Morotai Tidak Baik-baik Saja
Demi nasip pegawai, Saiful Gares Tetap bertahan meski harga Kopra di Pulau Morotai, Maluku Utara sedang tidak baik-baik saja
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERMATE.COM, MOROTAI - Bertahan beli buah kelapa demi sanak saudara, dan para pekerja harian.
Bait kata itu diutarakan seorang pembeli buah kelapa di Desa Joubela, Kecamatan Morotai bernama Saiful Gares.
Saiful sedikit bercerita suka-duka saat disambangi TribunTernate.com, Senin (18/3/2024).
Saiful bercerita bahwa berjalannya waktu, saat melakoni usahanya itu, keluarga, sahabat, dan warga.
Baca juga: Tak Tepati Janji, Ratusan Kades di Halmahera Utara Sebut Kepala BKAD Mahmud Lasidji Pembohong
Setempat ia mempekerjakan, baik sebagian pekerja harian maupun tetap.
Di mana saat harga kopra masih stabil, ia mampu mempekerjakan warga setempat.
Namun berjalan waktu, harga kopra di Pulau Morotai perlahan turun.
Ia pun mulai tampak harus banyak putar otak, untuk mempertahankan puluhan karyawannya itu.
Dengan cara selain isi kelapa-nya dijadikan kopra, tempurungnya diolah untuk dijadikan arang,.
Dengan begitu, usaha yang ia rintis ini mampu bertahan hingga saat ini.
Saat ini, karyawannya sudah berkurang, dari puluhan orang, sisa 8 orang, itupun diakuinya banyak pekerja harian yang ia kerjakan.
"Kalau cuman pikir diri saya, mungkin sudah istrahat, cuman banyak orang yang sudah terlanjur saya kerjakan disini, "ceritanya.
Baca juga: Kabar Baik, Pemkab Halmahera Selatan Dapat Kuota 3.585 CPNS, Ini Permintaan Bassam Kasuba
"Harga kopra dari tahun lalu, anjlok abis naik sedikit, dan Alhamdulillah sekarang naik lagi, "sambungnya.
Adanya kenaikan harga, ia pun menaikan harga beli menjadi Rp 800 dari Rp 700 per buah.
"Sudah naik, makanya saya beli per buahnya juga sudah naik, dari harga sebelumnya, "tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.