Featival Ela Ela di Ternate
Namanya Tradisi Kabasaran Uci, Sultan Ternate Ditandu Menuju Masjid Sebelum Nyalakan Lampu Ela-Ela
Prosesi ini dinamai Kabasaran Uci, di mana sejumlah pengawal mengiringi Sultan Ternate dengan tandu menuju Masjid
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
"Jadi tradisi ini tidak ada berbedaan, sudah dilakukan dari tahun ke tahun, "jelasnya.
Effendi juga menjelaskan, dengan tradisi Kabasaran Uci ini, nantinya Jo Kolano akan dipandu pasukan Doi-doi.
Notabene warga Kelurahan Tabanga yang non Muslim mengawal Sultan dari belakang, diikuti warga adat menuju Masjid.
Di dalam perjalanan dari Kadaton menuju masjid sendiri Jo Kolano dikawal juga Bobato Kadaton, diikuti musik cikamomo dan pengawal ngogare Ici yang memegang benda-benda pusaka di Kesultanan.
Pada momentum kali ini juga kata Effendi, ada berwarna karena untuk mengawal Jo Kolano ke Masjid ada juga personel Ditpamovit Polda Maluku Utara yang ikut mengawal.
"Mereka juga ikut sama-sama sejak prosesi awal hingga Jo Kolano dipandu ke Masjid dipimpin Dirpamobvit, "ungkapnya.
Dengan tradisi ini memang tidak ada hal unik namun dari tahun ke tahun kelihatan agak semarak hal itu karena petugas menghiasi suasana dengan meriah.
Baca juga: Tradisi Leluhur, Pemkot dan Kesultanan Ternate Sambut Lailatul Qadar dengan Festiva Ela-Ela
"Tetapi dari tradisi lain semuanya sama tidak ada perbedaan dan ini tradisi sudah turun menurun ratusan tahun."
"Kami berharap dengan adanya tradisi ini sudah sebagai kekayaan budaya yang harus kita jaga."
"Pertahankan dan terus lestarikan, agar anak cucu kita bisa melaksanakan, "pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.