Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Featival Ela Ela di Ternate

Namanya Tradisi Kabasaran Uci, Sultan Ternate Ditandu Menuju Masjid Sebelum Nyalakan Lampu Ela-Ela

Prosesi ini dinamai Kabasaran Uci, di mana sejumlah pengawal mengiringi Sultan Ternate dengan tandu menuju Masjid

|
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
TRADISI: Sejumlah pengawal Sultan Ternate mengusung tandu yang dinaiki Sultan Ternate ke-49 Hidayat M Sjah mulai dari depan pintu Kadaton diarak menuju ke Masjid Sultan untuk menjalani sholat tarawih, Sabtu (6/4/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Ada tradisi warisan para leluhur Kesultanan Ternate, Maluku Utara dalam menyambut malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan.

Ya, menyambut malam 1000 bulan itu, Pemkot dan Kesultanan Ternate mengadakan Festival Ela-Ela 2024.

Sebuah festival yang mengartikan sebuah tradisi leluhur ratusan tahun, dengan melibatkan berbagai etnis dan agama.

Untuk Ramadhan 1445 H, Sabtu (6/4/2024) malam, ratusan warga Kota Ternate menyambut tradisi tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Festival Ela-Ela di Ternate, Tradisi Leluhur Ratusan Tahun Saat Lailatul Qadar

Festival ini digagas dalam rangka menjaga nilai-nilai tradisi 'adat se atorang', yang ada di Kota Ternate.

Untuk melestarikan itu Pemkot Ternate bersama Kesultanan Ternate, mengadakan festival tersebut.

Selain festival ini, hal unik lain di Kesultanan yakni sejumlah pengawal memikul tandu yang dinaiki Sultan Ternate, Hidayat M Sjah.

Yang dimulai dari depan pintu Kadaton diarak menuju ke Masjid Sultan, untuk menjalani sholat tarawih.

Prosesi ini dinamai Kabasaran Uci, di mana sejumlah pengawal mengiringi Sultan dengan tandu, lampu obor hingga khas musik tradisional di Kesultanan ke masjid.

Sultan Ternate, Hidayatu M Sjah melalui Fanyira Kadato Kesultanan Ternate, M Rizal Effendi menyebut.

Menyambut malam 27 Ramadhan seperti halnya Kesultanan Ternate selalu melaksanakan bakar lampu Ela-ela.

"Tadi Jo Kolano (Sultan) bersama Pak Wali Kota sudah bakar Lampu Ela-Ela induk, di depan Kadaton Kesultanan Ternate, "katanya.

Lebih lanjut Effendi mengaku, setalah pembakaran obor itu Jo Kolano kembali ke dalam Kadaton persiapan sholat.

Dari kesiapan itu Jo Kolano akan bersama-sama pasukan kabasaran Ici, menuju masjid Kesultanan.

Prosesi menuju masjid sendiri nantinya Jo Kolano akan menempati Doi-Doi, dengan cara dipandu ke Masjid bersama pasukan.

"Jadi tradisi ini tidak ada berbedaan, sudah dilakukan dari tahun ke tahun, "jelasnya.

Effendi juga menjelaskan, dengan tradisi Kabasaran Uci ini, nantinya Jo Kolano akan dipandu pasukan Doi-doi.

Notabene warga Kelurahan Tabanga yang non Muslim mengawal Sultan dari belakang, diikuti warga adat menuju Masjid.

Di dalam perjalanan dari Kadaton menuju masjid sendiri Jo Kolano dikawal juga Bobato Kadaton, diikuti musik cikamomo dan pengawal ngogare Ici yang memegang benda-benda pusaka di Kesultanan.

Pada momentum kali ini juga kata Effendi, ada berwarna karena untuk mengawal Jo Kolano ke Masjid ada juga personel Ditpamovit Polda Maluku Utara yang ikut mengawal.

"Mereka juga ikut sama-sama sejak prosesi awal hingga Jo Kolano dipandu ke Masjid dipimpin Dirpamobvit, "ungkapnya.

Dengan tradisi ini memang tidak ada hal unik namun dari tahun ke tahun kelihatan agak semarak hal itu karena petugas menghiasi suasana dengan meriah.

Baca juga: Tradisi Leluhur, Pemkot dan Kesultanan Ternate Sambut Lailatul Qadar dengan Festiva Ela-Ela

"Tetapi dari tradisi lain semuanya sama tidak ada perbedaan dan ini tradisi sudah turun menurun ratusan tahun."

"Kami berharap dengan adanya tradisi ini sudah sebagai kekayaan budaya yang harus kita jaga."

"Pertahankan dan terus lestarikan, agar anak cucu kita bisa melaksanakan, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved