Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Humas Pemprov Maluku Utara

Pesan Samsuddin A Kadir pada Pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi Maluku Utara 2024

Pelaksanaan MTQ merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan nilai-nilai keagungan Al-Quran, dalam kehidupan sehari-hari

|
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Biro Adpim Setda Pemprov Maluku Utara
EVENT: Sambutan Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin A Kadir yang dibacakan Plh Sekprov Maluku Utara, Kadri La Etje pada pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi 2024 di Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/6/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku Utara ke XXX 2024 resmi dibuka.

Di mana acara ini dibuka Plh Sekprov Maluku Utara, Kadri La Etje, di aula Raudah Asrama Haji Kota Ternate, Minggu (23/6/2024).

Dalam sambutan tertulis Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin A Kadir yang dibacakan Plh Sekprov, disebutkan bahwa.

Pelaksanaan MTQ merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan nilai-nilai keagungan Al-Quran, dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ricuh Saat Pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi di Ternate Maluku Utara

"Memasyarakatkan dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran adalah kewajiban setiap umat Muslim."

"Kita tidak boleh merasa puas hanya karena menjadi umat mayoritas, tanpa mampu memberikan warna bagi kehidupan ke arah yang lebih baik, "ungkapnya.

Menurutnya, Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia, tidak cukup hanya dibaca atau dimusabaqahkan melalui MTQ.

Namun harus dipelajari, dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan konsisten.

Spirit Al-Quran harus mampu mengisi dan mewarnai keseluruhan ranah kehidupan masyarakat di jazirah Al Mulk.

Pada tataran tertentu, keberhasilan penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan.

MTQ harus mampu menyuguhkan nuansa kehangatan spiritualitas dan pesona budaya keagamaan khas daerah ini.

Bagi umat Islam, MTQ tidak hanya menjadi cermin keshalihan spiritual, tetapi juga kental dengan gambaran aktivitas sosial keagamaan.

Lanjutnya, MTQ saat ini memiliki nilai dan makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan masyarakat Maluku Utara.

Manfaat ini dapat dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan yang mampu memaknai lebih komprehensif nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya.

"Pemahaman dan kesadaran inilah yang perlu dibangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat, sehingga kegiatan MTQ tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial, tetapi mampu menjadi momentum strategis dalam pelaksanaan pembangunan, "jelasnya.

Ia juga berpesan dan mengucapkan selamat serta sukses kepada para peserta MTQ (Qori dan Qoriah) dari kabupaten/kota yang akan berlomba di tingkat provinsi dan nantinya mewakili Maluku Utara di tingkat nasional.

"Kepada seluruh peserta, tampilkan yang terbaik untuk diri Anda dan bawalah nama baik daerah Anda," tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, Drs. H. Amar Manaf, dalam sambutannya mengungkapkan dua hal penting untuk membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, memastikan generasi muda minimal tahu membaca Al-Quran.

"Kalau anak-anak kita tidak tahu membaca Al-Quran, bagaimana mungkin kita bisa mendorong iman dan taqwa kepada Allah SWT, "ujarnya.

Menurutnya, ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan saat ini, baik di tingkat dasar hingga perguruan tinggi, masih banyak anak-anak yang belum bisa baca tulis Al-Quran.

"Kalau terus dibiarkan, kemungkinan mereka akan dimanfaatkan oleh kelompok radikal yang memiliki pengetahuan agama yang tidak luas."

"Oleh karena itu, kita harus serius mengurus generasi muda, minimal tahu baca Al-Quran meski tidak menghafalnya," pintanya.

Kedua, membumikan Al-Quran dengan menjadikan umat beragama memiliki perilaku kemanusiaan, menghargai sesama, dan saling mencintai.

"Kita harus mendorong agar semua umat beragama di Indonesia memiliki sikap moderasi, menghargai dan menerima orang lain, "ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh agama di Malut yang telah menjaga keamanan serta keharmonisan pada momentum politik Pilpres dan Pileg.

"Kebersamaan dan rasa persaudaraan ini harus terus dijaga dan ditingkatkan tidak hanya pada Pilpres dan Pileg, tetapi juga pada Pilgub, Pilwako, dan Pilbup yang akan datang, "pintanya.

Baca juga: Pemkot Tidore Dukung Proyek Perubahan SALAWAKU, Yakub: Momen Tepat Perkenalkan Budaya dan Olahraga

MTQ XXX yang mengangkat tema "Dengan Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-XXX, Kita Wujudkan Insan Qur'ani di Bumi Moloku Kie Raha Menuju Indonesia Emas" dihadiri oleh Plh Sekprov, unsur Pimpinan Forkopimda Maluku Utara.

Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, Wali Kota Ternate, Bupati Halmahera Utara, Pj Bupati Pulau Morotai.

Wakil Bupati Halmahera Timur, Wakil Bupati Halmahera Barat, Sekkab Pulau Taliabu, Ketua TP PKK Maluku Utara, Kepala Kemenag kabupaten/kota, serta para tamu dan undangan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved