Selasa, 5 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Pj Gubernur Maluku Utara Hadiri Rakor Antisipasi Darurat Pangan Dinas Pertanian

Pertanian merupakan sektor yang mencakup berbagai kepentingan yang luas dan multifungsi, salah satu produk utama sektor pertanian adalah beras

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Biro Adpim Setda Pemprov Maluku Utara
RAPAT: Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin A Kadir (kanan) saat berbicara dalam rapat koordinasi (Rakor) antisipasi darurat pangan tahun 2024. 

Danrem 152 Baabullah Ternate, Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga menyampaikan bahwa kerja sama program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden di tingkat Korem 152/Baabullah dan Pemprov Maluku Utara telah berlangsung sejak 2015 dan terus berlanjut hingga kini.

"Ini merupakan perjalanan panjang yang tidak akan berakhir mengingat ketersediaan pangan merupakan hal yang sangat krusial dalam kehidupan masyarakat," ujar Danrem.

Menurutnya, sudah merupakan kewajiban negara dan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya.

"Kita hadir dalam rapat koordinasi guna menyinkronkan kembali serta menyusun strategi dalam menciptakan ketahanan," ucapnya.

Pada rapat koordinasi kali ini dibahas juga tentang perluasan area tanam, pompanisasi, dan penanaman padi gogo sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan.

"Saya mengajak kita semua agar bersungguh-sungguh memanfaatkan program ini secara maksimal. Saya tekankan kepada para Dandim jajaran Korem agar program ini dikawal secara maksimal dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk membantu para petani di wilayahnya masing-masing," ajak Danrem.

Baca juga: Usai Bongkar Chat Mesra, Riyuka Bunga Mendadak Minta Maaf ke Heri Horeh: Aku Manipulatif

Sementara itu, mewakili Pj. Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan Nasional Maluku Utara, Asep Maulana Yusuf dari Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa produksi padi secara nasional menurun pada tahun 2024.

"Banyak faktor yang menyebabkan penurunan, di antaranya luas lahan yang sudah berkurang karena banyak sawah dijadikan bangunan pabrik, "ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penambahan zona atau areal tanam dengan cara pompanisasi karena El Nino. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved