Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Polres Halmahera Selatan Maluku Utara Lidik Izin Tambang Rakyat di Kusubibi Usai 4 Penambang Tewas

Polres Halmahera Selatan Maluku Utara menyelidiki izin tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat usai meninggalnya empat penambang

Tribunternate.com/Nurhidayat Hi. Gani
HUKUM: Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, Maluku Utara, IPTU Ray Sobar. Ia mengatakan pihaknya menyelidiki izin tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Jumat (9/8/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN- Polres Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyelidiki aktivitas tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, yang diduga ilegal atau tak memiliki izin.

Penyelidikan ini dilakukan setelah empat penambang emas meninggal dunia akibat terjebak dalam lubang tambang selama 9 jam pada Kamis (8/8/2024).

Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, IPTU Ray Sobar memastikan, tak hanya penyebab tewasnya empat penambang tersebut yang diusut pihaknya. Namun, kerusakan hutan dan lingkungan selama aktivitas penambangan di Desa Kusubibi juga turut diselidiki.

"Jadi penyelidikan ini paket. Yaitu lidik penyebab tewasnya empat penambang dan aktivitas kerusakan hutan dan lingkungan selama aktivitas penambangan secara ilegal," ungkapnya, Jumat (9/8/2024).

"Kami akan menyelidiki sampai tuntas," sambungnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Penambang Emas di Halmahera Selatan Malut Tewas Setelah Terjebak dalam Lubang 9 Jam

Diberitakan sebelumnya, empat penambang emas di tambang rakyat Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, dilaporkan tewas setelah terjebak dalam lubang.

Mereka adalah Jair Idris 38 tahun warga Desa Peleri, Kecamatan Malifut, Abjad Sarif 43 tahun dari Desa Peleri, Kecamatan Malifut, Risky 23 tahun dari Desa Togowa, Kecamatan Galela dan Rais 38 tahun dari Desa Dowora, Kecamatan Kayoa. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunternate.com, mereka terjebak dalam lubang yang sama selama 9 jam, pada Rabu (7/8/2024) sekitar pukul 17.00 WIT.

Setelah melakukan penyelamatan oleh para penambag lainnya, mereka berhasil dievakuasi pada Kamis (8/8/2024) pukul 02.30 WIT. 

Baca juga: Kepsek PAUD KB Baiti Jannati Halmahera Selatan Malut Angkat Bicara Usai Para Guru Disebut Tak Aktif

Adapun insiden ini diakibatkan oleh hujan deras. Imbasnya, lubang dengan kedalaman 20 meter dijebol air dan lumpur meluap.

Para penambang lain yang melihat hal itu, langsung bergegas memberi pertolongan. 

Mereka berupaya menyedot air mengunakan mesin, tapi volume air semakin bertambah. Empat penambang emas itu pun kehabisan oksigen dan meninggal dunia. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved