Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

BWS Maluku Utara Belum Berencana Atasi Banjir di Dusun Marimoi Halmahera Selatan Maluku Utara

Berikut ini penjelasan BWS Maluku Utara terkait penanganan banji di Dusun Marimoi, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Dok Warga
BENCANA: Tampak air banjir mengepung pemukiman warga Dusun Marimoi, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan pada Selasa (20/8/2024). BWS Maluku Utara belum ada rencana penanganan, Rabu (21/8/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara belum berencana lakukan normalisasi sungai di Dusun Marimoi, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan.

Perihal tersebut disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Maluku Utara, Irwan Muhammad, Rabu (21/8/2024).

Dikatakan, tahun ini pihaknya masih fokus nenangani masalah sungai di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.

BWS juga belum ada studi perencanaan di Dusun Marimoi, yang jadi langganan banjir akibat luapan air sungai saat hujan deras.

Baca juga: Detik-detik Armando Broja Resmi Jadi Pemain Ipswich, Pemain Chelsea Dipinjam atau Dijual Permanen?

"Jadi belum ada penanganan, karena sampai sekarang belum ada studi perencanaan di wilayah Gane. Kemudian tahun ini kita hanya penanganan di Sofifi, "katanya.

BWS Maluku Utara pada 2023, telah melakukan penanganan sungai di Pulau Bacan, Halmahera Selatan.

Sehingga pada 2024 ini, Halmahera Selatan belum masuk zona penanganan BWS.

"Tahun ini kami hanya fokus penanganan di Ibukota Sofifi, jadi di wilayah Gane Barat juga belum, "tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Marimoi, Kecamatan Gane Barat, meminta BWS Maluku Utara turun tangan atas banjir.

Permintaan ini menyusul banjir bandang kembali terjadi di dusun tersebut, pada Selasa (20/8/2024).

Dalam insiden ini, 20 rumah warga Dusun Marimoi dilaporkan terendam banjir akibat luapan air sungai saat hujan deras.

Tidak hanya rumah, jalan raya juga menjadi sasaran banjir. Tinggi air disebut sampai ke perut orang dewasa.

Warga Dusun Marimoi, Muhammad Saifudin, mengatakan sungai di dusun mereka sudah masuk kategori sungai rawan banjir.

Karena itu, BWS Maluku Utara sudah harus mengambil langkah. Jika tidak, banjir akan terus terjadi ketika hujan deras.

"Air banjir yang meluap ke jalan hingga pemukiman warga, sudah diketahui BWS sejak lama, namun hingga sampai saat ini belum ada upaya penanganan, "ujarnya.

Baca juga: Pemkab Taliabu Maluku Utara Diminta Perbaiki Jembatan Fangahu 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved