Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Ternate

Kepala BMKG Pusat Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Ternate, Ungkap Kondisi Cuaca di Maluku Utara

Menurut BMKG: kondisi cuaca di Maluku Utara sekarang ini cukup ekstrim, baik itu angin hingga curah hujan

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
CUAACA: Kepala BMKG Jakarta, Dwikorita Karnawati bersama rombongan meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (30/8/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kepala BMKG Jakarta, Dwikorita Karnawati bersama rombongan meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (29/8/2024).

Kepada TribunTernate.com, Dwikorita mengungkapkan kunjungannya untuk memastikan tidak ada lagi korban jiwa, mengingat kondisi cuaca di Maluku Utara ini cukup ekstrim.

"Karena melihat kondisi di sini. Itu masih berpotensi terjadi banjir susulan. Olehnya itu kita upayakan untuk menggalakan sosialisasi peringatan dini biar tidak lagi ada korban jiwa, "ucap Dwikorita.

Dia menambahkan, karena waktu kemarin pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini, tapi mungkin tidak banyak yang memperhatikan.

Baca juga: Haji Robert Nitiyudo Wacho Ajak Tiga Anak Korban Banjir Bandang Ternate Malut Kunjungi PT NHM

"Nah, sekarang kami harus langsung melihat agar peringatan dini dari kami bisa lebih diperhatikan, "katanya.

Dia lalu mencontohkan sekarang ini zona masih berpeluang terkena air dari atas (gunung).

Sebab BMKG meyakini diatas (Gunung) masih ada endapan yang siap meluncur ke bawah. Momentumnya itu terjadi tinggal menunggu air hujan.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Ke-15 itu menyebut, terkait penyebab hujan yang mengguyur wilayah di provinsi Maluku Utara ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebabnya karena ada fenomena alam seperti atmosfer yang memicu pembentukan awan-awan hujan ditambah adanya gerombolan awan dari.

Baca juga: DPW Ndaru Malut Salurkan Bantuan Pangan hingga Uang Tunai ke Korban Banjir Bandang Kelurahan Rua

Samudra Hindia bagian Timur Afrika yang bergerak berarak-arakan ke arah barat katulistiwa dan melintas kepulauan Indonesia sampai di zona Indonesia Timur.

Sambung Dwikorita, atau istilahnya Madden Julian Oscillation (MJO) hal tersebut yang memacu hujan semakin lebat. Apalagi ada atmosfer dan mulai masuk La Nina.

"Jadi ada empat fenomena yang menjadi satu hingga hujan itu memang bisa menjadi lebat meskipun ringan juga kemudian diatas hasil erupsi kan masih lepas itu bisa tersapu oleh hujan tadi, "pungkasnya (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved