Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pilgub Maluku Utara 2024

Didatangi Gakkumdu, Ini Tanggapan Cagub Maluku Utara Husain Sjah

Tim Gakkumdu mendatangi kediaman Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara Sultan Husain Alting Sjah di Kelurahan Jan, Kota Ternate

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com
Cagub Maluku Utara Sultan Husain Alting Sjah, buka suara atas kedatangan tim Gakkumdu Maluku Utara di kediamannya, Kelurahan Jan, Selasa (3/12/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE-Tim Gakkumdu mendatangi kediaman Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara Sultan Husain Alting Sjah di Kelurahan Jan, Kota Ternate, Selasa (3/12/2024).

Kedatangan tim Gakkumdu tersebut, untuk meminta klarifikasi atas laporan tim hukum Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 4 Sherly Tjoanda, terkait statemen Husain Sjah saat debat terakhir di Jakarta.

Pada pertemuan itu, Tim Gakkumdu Maluku Utara dipimpin oleh Kordiv Hukum Bawaslu Maluku Utara, Irwanto Djurumudi.

Baca juga: Berangkatkan 20 Pendeta ke Yerusalem, Bupati Halmahera Timur: Jaga Kebersamaan

Usai dimintai klarifikasi, Husain Sjah mengungkapkan, kalimat yang ia nyatakan saat itu yakni 'Ifa no cou lada, lada ngone mancia ua' merupakan kalimat kultural yang sangat agung. Sama halnya dengan pesan kemanusiaan yang disampaikan para leluhur, salah satunya Sultan Nuku.

"Kurang lebih statement saya begitu, dan itu bukan hanya dipakai saat kampanye tetapi statement itu pula saya sampaikan saat debat terakhir,” kata Husain Sjah.

"Sultan Nuku mengetahui bentuk penjajahan itu bukan karena warna kulit, bukan juga karena orang per orang, tetapi itu adalah sifat dan karakter. Olehnya itu, Nuku sangat khawatir, jangan sampai itu menjadi bawaan ke anak cucu, dan itulah Nuku mengatakan Ifa no cou lada, lada ngone mancia ua, artinya janganlah pernah engkau bersekutu dengan kejahatan," sambung Husain.

Baca juga: Sempat Kolaps Saat Laga Fiorentina vs Inter Milan, Ini Kabar Terbaru Edoardo Bove

Husain mengatakan, harusnya komisioner Bawaslu yang juga putra-putri Maluku Utara, memahami penggalan kalimat tersebut kerap digunakan para leluhur.

Menurutnya, sebelum menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Bawaslu Maluku Utara harus menelusuri dan mengkaji terlebih dahulu.

"Saya meminta dengan hormat kepada saudara-saudara saya, sebagai penegak hukum agar bersikap adil," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved