Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

RSUD Chasan Boesoirie

Sejarah Singkat Berdirinya RSUD Chasan Boesoerie, Rumah Sakit Peninggalan Belanda di Ternate

Ternate, Maluku Utara, dengan sejarah panjang dan beragam budaya, tentu memiliki sejarah perkembangan pelayanan kesehatan yang menarik untuk diketahui

TribunTernate.com/M. Julfikram Suhadi
Sejarah singkat RSUD Chasan Boesorie Ternate, Maluku Utara 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE- Ternate, Maluku Utara, dengan sejarah panjang dan beragam budaya, tentu memiliki sejarah perkembangan pelayanan kesehatan yang menarik untuk diketahui.

Sebab, salah satu tonggak penting dalam sejarah kesehatan dalam suatu daerah ialah berdirinya rumah sakit pertama.

Chasan Beosori misalnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pertama di Ternate yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1924-1942.

Baca juga: Hanya 41 Orang yang Lulus Seleksi CPNS Pemkab Taliabu, Salim Ganiru: Banyak Kuota Tak Terisi

Dari beberapa literatur yang dihimpun, Rumah Sakit Chasan Beosori ini awalnya hanya menangani pasien dengan penyakit tropis seperti malaria dan TBC.

Namun, pada periode Kemerdekaan (1945-1960), Setelah kemerdekaan Indonesia, rumah sakit dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Setelah Dr. Chasan Boesorie menjadi direktur pertama (1945-1950), fasilitas dan peningkatan layanan makin diperluas

Di mana, pada periode pembangunan di tahun 1960 hingga 1980, pemerintah telah melakukan pembangunan fasilitas baru dan perluasan kapasitas, seperti penambahan layanan spesialis  bedah dan obstetri, dan pengembangan program kesehatan masyarakat.

Kemudian pada tahun 1980 hingga 2000, Rumah Sakit Chasan Beosori diakreditasi oleh kementerian kesehatan RI.

Saat itu, semua peralatan medis moderen dihadirkan, kemudian fasilitas, dan peralatan medis ditambahkan. Seperti pengembangan layanan spesialis radiologi dan anestesi.

Baca juga: Warga Kawalo Minta Pemkab Taliabu Perbaiki Jalan Gunung Sampe

Memasuki tahun 2000 hingga sekarang, pengelolaan RSUD dilimpahkan ke Pemerintah Daerah Maluku Utara.

Pemerintah langsung melakukan perluasan layanan dan peningkatan kualitas. Selain itu, pengembangan program kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan pun diberlakukan.

Sebagai informasi, RSUD ini dinamai Chasan Boesorie pada tahun 2004 untuk menghormati dr. Chasan Boesorie. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved