Temuan Jasad di Sofifi
Kronologi PNS Dinas Kehutanan Halmahera Tengah yang Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
Begini kronologi penemuan seorang PNS Dinas Kehutanan yang meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Graha Acacia 1, Kelurahan Sofifi
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM- Begini kronologi penemuan seorang PNS Dinas Kehutanan yang meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Graha Acacia 1, Kelurahan Sofifi, Kecamatan Obat Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Jasad yang berinisial AIS (46) itu, ditemukan dalam keadaan tergelatak di tempat tidur kamarnya.
Berdasarkan penjelasan Kapolresta Tidore Kombes Pol Yury Nurhidayat, AIS pertama kali ditemukan oleh pihak kelurahan, kepolisian dan sejumlah rekan kerjanya.
Baca juga: BREAKING NEWS : 5 Hari Tak Ngantor, PNS Dinas Kehutanan Halmahera Tengah Ditemukan Meninggal Dunia
"Berdasarkan keterangan saksi bernama AM, AIS sudah tidak masuk kerja selama lima hari terakhir," kata Yury Nurhidayat, Rabu (22/1/2025).
Sejumlah rekan AIS sempat menghubunginya, namun tidak pernah mendapat jawaban.
Ketidakhadiran AIS pada peringatan ulang tahun ke-25 Dinas Kehutanan pada Selasa (22/1) kemarin, semakin menimbulkan kekhawatiran rekan kerjanya.
Setelah acara HUT Dinas Kehutanan selesai, para rekan kerja memutuskan untuk menjenguk AIS di rumahnya.
"Ketika tiba di lokasi sekitar pukul 13.40 WIT, mereka mencium bau tak sedap dari arah rumah AIS," jelasnya.
Mereka pun mengetuk pintu dan menelepon AIS tetapi tidak membuahkan hasil, sehingga mereka memutuskan untuk membuka pintu belakang rumah.
Saat masuk, mereka menemukan pintu kamar AIS terkunci. Takut mengambil tindakan lebih jauh, mereka pun melaporkan kejadian tersebut kepada Lurah Sofifi dan Polsek Oba Utara.
"Pukul 14.00 WIT pihak kepolisian bersama lurah tiba di lokasi. Setelah pintu kamar didobrak, korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di atas tempat tidur," jelasnya.
Baca juga: Bicaranya yang Sopan Gemini, Lebih Peduli Lagi Taurus! Ramalan Zodiak Cinta Rabu 22 Januari 2025
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, AIS diketahui memiliki riwayat penyakit maag dan tinggal seorang diri.
Meskipun demikian, keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi.
"Keluarga menerima bahwa kematian tersebut sudah ajal dan jenazah AIS dibawa ke Tidore untuk dimakamkan," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.