Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Timur

Warga Buli Asal Halmahera Timur Keluhkan Kuota Minyak Tanah

"Padahal hanya per KK 15 liter, itupun tidak cukup, "aku Pelipus, warga Desa Buli Asal, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara

Penulis: Amri Bessy | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
BBM: Warga antre beli minyak tanah di Desa Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara, Kamis (20/3/2025). Di mana warga mengeluhkan pembagian kuota BBm bersubsidi tersebut 

TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Warga Desa Buli Asal, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara keluhkan pembagian kuota minyak tanah.

Yang mana warga menduga tidak ada pemerataan, bahkan sebagian warga tidak kebagian.

Perihal tersebut disampaikan Pelipus, seorang warga Desa Buli Asal kepada Tribunternate.com, Kamis (2/3/2025).

Pelipus mengatakan, warga yang tinggal di Pulau Belemsi diketahui sudah dua bulan tidak mendapat minyak tanah.

Baca juga: Pemda Halmahera Timur Desak PT STS Revisi Dokumen RI PPM, Ifdal Radjak: Langkah Tepat

"Sebelumnya warga mendapat minyak tanah per KK 25 liter, yang dilayani oleh pangkalan UD Trisakti Utama di Desa Geltoli, namun saat ini sudah tidak menerimanya lagi, "katanya.

Selain warga yang berada di Pulau Belemsi, warga Desa Wayafli merasakan hala serupa (tidak kebagian minyak tanah).

"Padahal hanya per KK 15 liter, itupun tidak cukup. Dengan jatah pangkalan UD Buli Raya Desa Buli Asal yang mendapat jatah 4 ton, sebelumnya 10 ton, kemudian dikurangi Perindagkop sehingga banyak yang tidak dapat, "bebernya.

Terpisah, Laakamu, pemilik pangkalan UD Buli Raya mengatakan persoalan kuota lebih jelas ditanyakan kepada pemerintah.

"Jadi silahkan tanya ke pemerintahan (kadis Perindagkop), karena dia yang mengurangi kuota, "ucapnya.

Baca juga: GMNI Halmahera Timur Dukung Langkah Pemda Desak PT STS Revisi dokumen RI PPM

Hal yang sama disampikan oleh pemilik pangkalan yang ada di Buli dan Kecamatan Maba Utara.

"Sesuai rapat yang dilakukan Perindagkop, pembagian kuota disamaratakan, menurut saya itu sudah bagus."

"Tapi jangan tambah pangkalan lagi, kalu tambah pangkalan lagi, dipastikan tidak cukup, terkecuali tambahan kuota, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved