Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Longsor di Tidore Putuskan Akses Jalan, Pemprov Maluku Utara Siapkan Penanganan

Akses jalan penghubung antara Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan Tidore, maluku Utara terputus (pongsor) menghambat aktivitas masyarakat

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Dinas PUPR Maluku Utara
BENCANA: Jalan di Desa Toe Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara yang putus akibat longsor, Jumat (21/3/2025). Pemprov melalui BPBD telah berkoordinasi dengan ahli dari Unkhair Ternate untuk melakukan kajian awal terkait bencana tersebut 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tidore Kepulauan selama lima jam pada 3-4 Juni 2024 menyebabkan longsor di Dusun Toe, Desa Kususinopa, Kecamatan Oba.

Akibatnya, akses jalan penghubung antara Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan terputus menghambat aktivitas warga.

BPBD Kota Tidore Kepulauan melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Namun longsor menyebabkan kerusakan infrastruktur dan berdampak pada mobilitas warga serta aktivitas ekonomi.

Baca juga: Selain Tak Dapat TPP, Besaran THR PPPK Pemkab Halmahera Selatan Juga Dikurangi

Menangapi kejadian ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar mengungkapkan, Pemprov melalui BPBD telah berkoordinasi dengan ahli dari Unkhair Ternate untuk melakukan kajian awal terkait longsor tersebut.

Namun upaya koordinasi lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara sempat mengalami kendala akibat keterbatasan anggaran.

"Setelah dilakukan kajian dengan BWS pada 19 Maret 2025, mereka menyatakan kesiapan untuk menangani longsor di Desa Toe dengan menggunakan dana APBN, ujar Risman, Jumat (21/3/2025).

Sementara itu Kepala BWS Maluku Utara Ahmad Taufiq memastikan pihaknya akan melakukan tindakan darurat untuk menangani dampak longsor.

Baca juga: 3 Berita Populer Malut: Peran Sherly Laos Sebagai Ibu - Ada Program Pemprov Malut yang Ditunda

Namun karena anggaran baru tersedia setelah Lebaran 2025, pekerjaan fisik akan dimulai setelah perayaan tersebut.

"Kami membantu pemerintah provinsi karena ada permohonan dari kami. Kami sudah berusaha, tapi anggaran baru tersedia setelah Lebaran. Kami akan melakukan yang terbaik untuk Maluku Utara, "ujar Taufiq.

Dengan langkah ini, akses jalan antara Kecamatan Oba dan Oba Selatan yang diharapkan dapat segera kembali normal, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terhambat. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved