Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Naikan Selera Makan WBP, Lapas Kelas III Labuha Halmahera Selatan Terapkan Sistem Menu 10 Hari

Salam satu bulan siklus menu hanya mengalami tiga kali pengulangan, sehingga warga binaan tetap mendapatkan variasi konsumsi yang lebih baik

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PROGRAM: Sejumlah pegawai Lapas Kelas III Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara ketika memanen sayur beberapa waktu lalu. Lapas Kelas III Labuha menerapkan sistem menu 10 hari untuk meningkatkan selera makan Napi, Jumat (28/3/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Lapas Kelas III Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara menerapkan sistem menu makan 10 hari bagi warga binaan pemasyarakatan WBP.

Penerapan sistem ini untuk memastikan keseimbangan gizi dan memberikan variasi makanan yang lebih beragam, termasuk meningkatkan selera makan warga binaan.

Kepala Lapas Kelas III Labuha Supriyanto menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar menu makanan berganti setiap hari selama 10 berturut-turut sebelum diulang kembali.

Dengan demikian, menurut dia, dalam satu bulan siklus menu hanya mengalami tiga kali pengulangan, sehingga warga binaan tetap mendapatkan variasi konsumsi yang lebih baik.

Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan Pusatkan Salat Idul Fitri 2025 di Masjid Agung Al-Khairat

"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memperoleh asupan gizi yang cukup, baik dari segi protein, kalori, maupun nutrisi lainnya."

"Selain itu, variasi menu juga diharapkan meningkatkan selera makan mereka, "jelas Supriyanto, Jumat (28/3/2025).

Dia mengatakan, penyajian makanan tetap memperhatikan preferensi Napi tanpa mengurangi standar gizi. Jika ada bahan makanan yang kurang diminati, seperti daging, maka tetap disediakan. 

"Namun, kami juga menyiapkan alternatif agar kebutuhan gizi warga binaan tetap terpenuhi, "ujarnya.

Tak hanya menerapkan sistem menu 10 hari, Lapas Kelas III Labuha juga berupaya mengembangkan ketahanan pangan secara mandiri. 

Supriyanto menyebut, sejumlah jenis sayuran seperti kangkung, terong, dan sawi mulai dibudidayakan di lingkungan Lapas untuk menunjang kebutuhan dapur. 

Namun untuk bahan makanan tertentu, seperti bumbu dapur dan protein hewani, pihaknya masih mengandalkan pasokan dari luar karena keterbatasan lahan.

Di sisi lain, aspek kebersihan dan higienitas dapur menjadi perhatian utama dalam penyajian makanan bagi warga binaan. Supriyanto memastikan bahwa dapur Lapas Kelas III Labuha telah memenuhi standar higienis yang layak konsumsi.

Baca juga: Zakat Fitrah di Halmahera Selatan Rp 45 Ribu per Orang

"Kami memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Dapur lapas telah mengantongi sertifikasi kelayakan higienis, sehingga makanan yang disajikan tetap sehat dan berkualitas, "ungkapnya.

Supriyanto juga mengaku anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan makan warga binaan per individu hanya Rp 23.000 per hari untuk tiga kali makan.

"Pengolahan makanan dilakukan secara mandiri oleh kami, sesuai dengan Harga Perkiraan Terendah (HPT), "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved