Kamis, 9 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

May Day 2025

11 Tuntutan Geburma di Hari Mey Day 2025 di Maluku Utara  

1 Mei bukan hanya sebatas hari libur, namun bagian dari perlawanan untuk mengangkat hak-hak buruh, termasuk juga di Maluku Utara

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/M Julfikram Suhadi
TUNTUTAN: Massa aksi dari Geburma melakukan refleksi May Day 2025 di depan gedung Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Kamis (1/5/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Gerakan Buruh dan Mahasiswa Bersatu (Geburma) menggelar aksi May Day 2025 di depan kantor Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Kamis (1//5/2025).

Diketahui, aksi tersebut ingin dilakukan di halaman Polda Maluku Utara, namun di tengah perjalanan, massa aksi di halang petugas, sehingga hanya bisa menyampaikan tuntutan lokasi tersebut.

Amatan Tribunternate.com, sejumlah tuntutan terkait masalah buru disampaikan Geburma pada May Day 2025 ini.

Saiful selaku Korlap saat ditemui menyampaikan, 1 Mei bukan hanya sebatas hari libur, namun bagian dari perlawanan untuk mengangkat hak-hak buruh.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus Penyalahgunaan Minyak Tanah di Ternate

"1 Mei adalah hari di mana suara buruh menggema dari pabrik-pabrik, kantor, tambang, pelabuhan hingga jalanan."

"Karena dibalik kemajuan industri dan teknologi, ada keringat buruh yang tak pernah diperhitungkan."

"Terlebih dibalik gedung-gedung tinggi, ada tangan-tangan pekerja yang diperas tenaganya, "jelasnya.

Buruh adalah Tulang Punggung Negeri

Lanjut Saiful, jika selama buruh dibungkam, dan dijadikan roda produksi semata, maka negeri ini akan terus pincang. 

"Hari ini kita bersuara, dengan menuntut penghapusan sistem kerja yang menindas, tegakkan hak atas upah layak dan kondisi kerja yang manusiawi."

"Dan hentikan kriminalisasi terhadap serikat buruh dan aktivis pekerja."

Karena 1 Mei adalah panggilan untuk bersatu, bukan hanya antar buruh, tapi juga seluruh rakyat yang bermimpi tentang keadilan sosial, "ujarnya.

Polemik di Dunia Pendidikan

Lebih jauh, ia pun menyinggung soal polemik di dunia pendidikan. Pendidikan adalah hak. Bukan kemewahan. Namun, kata Saiful, hari ini pendidikan sudah menjadi ladang bisnis. 

"Yang miskin tersingkir, yang kaya semakin mudah melaju. Dimana, biaya pendidikan naik setiap tahun, sementara kualitasnya tak pernah meningkat, "tandasnya

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved