Jumat, 17 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Siswa SMP Negeri 28 Halmahera Selatan Juara 1 Dongeng Bahasa Daerah Tingkat Nasional

Fikram Ruslan (12), siswa kelas 7 SMP Negeri 28 Halmahera Selatan, Maluku Utara, meraih juara 1 dalam lomba mendongeng berbahasa daerah

TribunTernate.com/istimewa
LOMBA - Fikram Ruslan (kanan), siswa SMP Negeri 28 Halmahera Selatan, Maluku Utara yang meraih juara 1 dalam lomba mendongeng membahasa daerah tingkat nasional. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Fikram Ruslan (12), siswa kelas 7 SMP Negeri 28 Halmahera Selatan, Maluku Utara, meraih juara 1 dalam lomba mendongeng berbahasa daerah tingkat nasional tahun 2025.

Fikram tampil memukau lewat dongeng berbahasa Makian yang dibawakannya dengan gaya lucu dan menghibur.

Ia pun berhasil mencuri perhatian para dewan juri, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti di Jakarta pada Jumat (30/5/2025).

Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan Pastikan Jalan Hotmix Pulau Makian Rampung Awal Juli 2025

Bahasa Makian sendiri merupakan salah satu bahasa daerah yang digunakan entitas Makian di Kabupaten Halmahera Selatan.

Kompetisi ini merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen.

Tujuannya untuk melestarikan bahasa ibu agar tidak punah di tengah arus modernisasi.

Tak hanya Fikram, apresiasi juga diberikan kepada Kepala Sekolah SMPN 28 Halmahera Selatan Suhaimi Saleh, yang menerima penghargaan sebagai pengajar terbaik atas dedikasinya dalam membimbing siswa hingga ke tingkat nasional.

Baca juga: Angka Pernikahan di Halmahera Selatan Meningkat, Capai 320 dalam Empat Bulan

“Kami bangga bisa membawa nama baik Halmahera Selatan. Ini bukti bahwa anak-anak kita masih punya semangat untuk melestarikan bahasa daerah dengan cara yang kreatif dan menyenangkan,” ujar Suhaimi, Sabtu (31/5/2025).

Ia berharap prestasi yang ditorehkan Fikram Ruslan, bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis budaya lokal.

 “Jangan biarkan bahasa dan tradisi kita hilang begitu saja,” imbuh Suhaimi. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved