Pemprov Malut
Pemprov Maluku Utara dan Kesultanan Jailolo Lestarikan Budaya Leluhur Lewat Pelatihan Perangkat Adat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar pelatihan peningkatan kapasitas perangkat adat Kesultanan Jailolo
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar pelatihan peningkatan kapasitas perangkat adat Kesultanan Jailolo, yang dipusatkan di Kedaton Kesultanan Jailolo, Sabtu (31/5/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, dan dihadiri Sultan Jailolo beserta permaisuri, perangkat adat, serta sejumlah tokoh dan narasumber budaya.
Dalam sambutannya, Abubakar menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, yang menegaskan komitmen pemerintah, untuk terus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai pondasi karakter bangsa di tengah arus perubahan zaman.
Baca juga: Profil Salma Samad, Perempuan Pertama yang Jadi Ketua DPRD Halmahera Selatan
"Kita memiliki warisan sejarah yang kaya nilai dan makna. Sudah sepantasnya nilai-nilai luhur dari leluhur ini menjadi bagian dari kehidupan generasi kini dan masa depan," ujar Abubakar.
Abubakar turut mengapresiasi Sultan Jailolo atas kontribusinya menjaga keharmonisan, persatuan, serta keterlibatan aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga secara khusus menitipkan sektor pendidikan kepada Kesultanan, termasuk perhatian terhadap sekolah-sekolah dan para guru di wilayah adat, agar dapat terus dibina secara moral dan spiritual oleh lembaga adat.
Abubakar menyerahkan pakaian adat secara simbolis kepada perangkat adat Kesultanan Jailolo. Penyerahan ini menjadi simbol dukungan pemerintah provinsi terhadap pelestarian budaya dan penguatan tata kehidupan adat di tingkat lokal.
Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan Segerakan Bayar Gaji 13 PNS dan PPPK
Menanggapi kegiatan tersebut, Sultan Jailolo Muhammad Sidik Sjah mengapresiasi inisiatif Dikbud Malut dalam menyelenggarakan pelatihan bagi perangkat adat.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi dan perhatian pemerintah terhadap eksistensi kesultanan di wilayah Moloku Kie Raha.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah bentuk pengakuan terhadap nilai-nilai adat dan warisan budaya kita. Kepada seluruh perangkat adat, saya minta agar mengikuti pelatihan ini dengan sepenuh hati," tegasnya. (*)
Inspektorat dan BPBJ Maluku Utara Bahas Rencana Aksi SPI KPK 2025 |
![]() |
---|
Kemenko Polkam Rakor dengan Pemprov Maluku Utara, Bahas Program Prioritas Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Sekprov Maluku Utara Pimpin Rapat Percepatan Realisasi Anggaran, Serapan Baru Capai 43 Persen |
![]() |
---|
Pemprov Maluku Utara Usung SIMATA, Promosi ASN Kini Berbasis Digital dan Kinerja |
![]() |
---|
Pemprov Maluku Utara Anggarkan Pembangunan Jembatan Songa–Wayatim di APBD 2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.