Pemprov Malut
Pengembangan Kelapa Bido di Morotai Jadi Prioritas Dinas Pertanian Maluku Utara
"Pemkab Morotai harus menargetkan pembibitan induk terpilih kelapa bido hingga capai 500 hektar, "pinta Kadistan Maluku Utara Anwar Husen
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pengembangan kelapa bido di Pulau Morotai akan menjadi prioritas Dinas Pertanian Maluku Utara.
Kelapa yang sudah ditetapkan Kementerian Pertanian sebagai varietas unggulan itu, rencananya akan ditingkatkan proses pembibitannya, bahkan jika memungkinkan akan diperluas ke kabupaten/kota lainnya.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara Anwar Husen saat pertemuan dengan Komisi II DPRD Pulau Morotai, pada Jumat (13/6/2025).
"Rencananya t
Baca juga: Dilapor Kasus Rudapaksa, Bripda Julfikar Anggota Polres Kepulauan Sula Dijebloskan ke Sel
"Makanya di tahun depan itu perencanaanya kita dari awal untuk pengembangan kelapa bido."
"Dan jika terpenuhi semua kebutuhan di Morotai untuk pengembangan kelapa bido, sisanya di kabupaten lain kita jadikan demprof, "kata Anwar Husen.
Sebab, lanjut dia, di dalam peraturan Bupati diperbolehkan apabila dalam rangka penelitian dan pengkajian maka kelapa tersebut bisa dilakukan pembibitan di luar daerah (Morotai).
"Makanya saya mau buktikan itu supaya di kabupaten/kota yang lain lahan itu dijadikan depot 20 hektar supaya kalau tidak cocok jangan di minta. Jadi kita coba dulu, "katanya.
Anwar menjelaskan, terkait peraturan bupati soal kelapa bido itu sebetulnya bukan pelarangan, tapi pembatasan untuk dibawah keluar, dan memang itu sengaja dibiarkan tidak dicabut.
Karena kenapa, kata dia, Morotai hamparan kelapa bido yang ada belum cukup 500 hektar.
Makanya saat itu Pemkab Pulau Morotai sangat membatasi kelapa bido dibawah ke luar daerah, bahkan jika paksakan bisa berujung pidana.
Anwar menyarankan Pemkab Pulau Morotai agar terus menjaga varietas ini agar tidak bebas di bawa keluar daerah.
Pemerintah daerah harus menargetkan pembibitan induk terpilih kelapa bido hingga capai 500 hektar baru bisa dibawa bebas keluar Morotai.
"Morotai sekarang yang suda kita sertifikasi itu kurang lebih 350 pohon untuk jadikan pohon induk."
Baca juga: Akademisi Muamil Sunan Soroti Semrawutnya Pengelolaan Pasar di Terminal Gamalama Ternate
"Jadi sertifikasi dengan jumlah tiga ratusan pohon lebih itu kalau di jadikan bibit itu sudah bisa pengembanganya sampai 200 hektar per tahun."
"Di aman saya itu kita angarkan 50 hektar. Kalau 50 hektar itu dia butuh Rp 625 juta lewat APBD untuk pengembangan."
"Muda-mudahan sambil berjalan, tahun ini Morotai untuk luasan hektar kelapa bido bisa capai sampai 500 hektar, "tuntasnya. (*)
| Gubernur Malut Dijadwalkan Tinjau Lokasi Bentrok Halteng, Pastikan Bantuan Warga Optimal |
|
|---|
| Sarbin Sehe: Musprovlub Taekwondo Malut Perkuat Soliditas dan Prestasi Atlet |
|
|---|
| Pemprov Malut Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Batang Dua, 1.107 Warga Masih Mengungsi |
|
|---|
| Gempa M 7,6, BPBD Malut: Kerusakan Terdata di Ternate, Tidore hingga Halteng |
|
|---|
| Musrenbang Halut 2027, Muhammad Sarmin: Wadah Satukan Arah Pembangunan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Potensi-Kelapa-Bido-di-Morotai.jpg)