Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

DPRD Halmahera Selatan

Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan Muslim Hi Rakib Soroti Pengerjaan Jalan Hotmix di Pulau Makian

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Muslim Hi. Rakib, menyoroti mandeknya pekerjaan proyek jalan hotmix

Tribunternate.com/Nurhidayat Hi. Gani
PEMBANGUNAN - Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara, Muslim Hi. Rakib ketika memimpin rapat beberapa waktu lalu, Senin (30/6/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Muslim Hi. Rakib, menyoroti mandeknya pekerjaan proyek jalan hotmix di Kecamatan Pulau Makian.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi dinas terkait maupun pihak rekanan atas mandeknya proyek tersebut.

"Dinas terkait harus serius, jangan biarkan pekerjaan proyek ini berlarut-larut. Begitu juga rekanan, jangan bikin ketergantungan atas proyek ini," tegas Muslim, Senin (30/6/2025).

Baca juga: Pemda Kepulauan Sula Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kecamatan Sulabesi Selatan

Adapun alasan Dinas PUPR Halmahera Selatan atas mandeknya pekerjaan jalan hotmix Pulau Makian, karena ada mobilisasi sejumlah material dari Kota Ternate yang dilakukan pihak rekanan dalam hal ini CV Delta.

Selain itu, oli alat berat yang habis juga menjadi penyebab mandeknya proyek hingga dua pekan lebih sejak pekerjaan lanjitan dimulai pada awal Juni 2025.

Muslim menilai, alasan ini tidak masuk akal dan cenderung mengada-ngada. Dia pun mengingatkan kalau masalah proyek jalan hotmix Pulau Makian, sudah berulang kali mendapat desakan masyarakat karena hampir 2 tahun pekerjaan tak tuntas.

"Mahasiswa dan pemuda yang demonatrasi di Kantor Bupati dan Kantor DPRD itu adalah menyampaikan keluhan masyarakat, jangan abaikan aspirasi masyarakat," imbuhnya.

Dia juga menyesalkan jika pekerjaan proyek lanjutan jalan hotmix Pulau Makian baru sampai 350 meter yang baru mencakup sebagian Desa Dalam dan Desa Gitang.

Sementara tiga desa lainnya, yakni Kyowor, Matantengin dan Sangapati belum tersentuh aspal. Sedangkan volume pekerjaan 2 kilo meter lebih dengan nilai anggaran Rp4,5 miliar.

"Kepala Dinas PUPR perlu tahu, bahwa jalan Pulau Makian adalah kebutuhan dasar masyarakat, jadi jangan dibiarkan berlarut-larut. Kami di DPRD akan mengawal ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek jalan hotmix di Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, tiba-tiba mandek setelah pekerjaan lanjutan dilakukan pada awal Juni 2025.

Pekerjaan proyek ini sudah lebih dari dua pekan terhenti. Pada awal pekerjaan lanjutan, pengaspalan jalan baru dilakukan dari Desa Dalam sampai ke pertengahan Desa Gitang.

Sementara Desa Kyowor, Matantengin, dan Sangapati, jalan belum diaspal.

Plt Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan M. Idham Pora mengakui hal tersebut.

Namun, ia memastikan pekerjaan tetap dilanjutkan ketika pihak rekanan sudah memobilisasi sebagian material ke Pulau Makian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved