Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Kunker ke Provinsi Bali, Sherly Laos Disarankan Copot Kepala OPD yang Kedapatan Selingkuh

"Kalau ada kepala OPD yang bermain proyek, apalagi terbukti selingkuh, itu langsung dimutasi. Jangan sampai hal seperti ini merusak birokrasi,"

Tangkapan layar dari Instagram @s_tjo
PERSELINGKUHAN - Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, Sabtu 12 Juli 2025 di Denpasar. Kunjungan kerja Sherly ke bali itu, mempelajari penerapan Monitoring Center for Prevention (MCP), sistem pemantauan yang dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dalam kunjungan tersebut, Sherly Laos disarankan untuk copot Kepala OPD yang kedapatan selingkuh. 

TRIBUNTERNATE.COM, MALUKU UTARA - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos disarankan untuk memecat pimpinan OPD yang kedapatan terlibat perselingkuhan.

Hal ini disampaikan ke Sherly Laos saat dirinya kunjungan kerja untuk belajar penerapan Monitoring Center for Prevention (MCP), di Provinsi Bali.

Pada kunjungan kerja yang berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Denpasar, Sherly Laos disambut langsung Gubernur Bali I Wayan Koster.

Baca juga: Di Mana Sherly Laos Bangun Pusat Pelatihan Malut United, Gubernur Ungkap Daerah

Baca juga: Ternyata Sherly Laos Diundang Pieter Tanuri Pemilik Bali United, Kini Belajar demi Malut United

Sherly Laos memilih Bali, berdasarkan rekomendasi langsung dari KPK RI, karena Bali merupakan provinsi terbaik dalam penerapan MCP.

"Pemerintah Provinsi Bali dinilai oleh KPK RI sebagai yang terbaik dalam penerapan MCP, dengan berhasil meraih peringkat pertama secara nasional,” ujar Sherly, dikutip dari Kompas.com, Senin (14/7/2025).

Selain belajar tentang MCP, kunjungan tersebut juga bertujuan memahami implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diterapkan di Bali.

I Wayan Koster: Perselingkuhan Merusak Birokrasi

KUNJUNGAN - Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, bertemu pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Denpasar. Kunjungan kerja Sherly ke bali itu, mempelajari penerapan Monitoring Center for Prevention (MCP), sistem pemantauan yang dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Selain belajar tentang MCP, kunjungan tersebut juga bertujuan memahami implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diterapkan di Bali. Sherly disambut langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, Senin (14/7/2025)
KUNJUNGAN - Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, bertemu pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Denpasar. Kunjungan kerja Sherly ke bali itu, mempelajari penerapan Monitoring Center for Prevention (MCP), sistem pemantauan yang dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Selain belajar tentang MCP, kunjungan tersebut juga bertujuan memahami implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diterapkan di Bali. Sherly disambut langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, Senin (14/7/2025) (Dok: Kompas.com)

Soal isu perselingkuhan, disampaikan I Wayan Koster saat memberikan empat masukan penting kepada Sherly Laos guna memperbaiki tata kelola pemerintahan di Maluku Utara.

I Wayan Koster Koster menekankan perlunya melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja secara disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab. 

Ia mengingatkan agar tidak ada praktik pungli dalam pengisian jabatan, hingga praktik perselingkuhan.

"Kalau ada kepala OPD yang bermain proyek, apalagi terbukti selingkuh, itu langsung dimutasi. Jangan sampai hal seperti ini merusak birokrasi,” tegas Koster.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, dengan menerapkan sistem kerja berbasis norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang berlaku.

Koster menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan masukan terkait tata kelola SPBE, dan menyarankan agar Pemerintah Provinsi Maluku Utara merekrut tenaga profesional untuk pengelolaannya.

"Kalau bisa, Pemerintah Maluku Utara merekrut tenaga profesional untuk mengelola SPBE,” ujarnya.

Masukan terakhir dari Koster adalah agar Pemprov Malut memberikan bantuan hibah kepada kabupaten/kota untuk pembangunan Mall Pelayanan Publik sebagai langkah percepatan layanan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, diharapkan akan terjalin kerja sama dan pertukaran pengetahuan yang berdampak pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Provinsi Maluku Utara.

Sejalan Dengan Komitmen Sherly Laos

Gubernur Malut Sherly Laos pimpin apel pagi ASN di halaman kantor Gubenur di Sofifi, Senin (10/3/2025).
Gubernur Malut Sherly Laos pimpin apel pagi ASN di halaman kantor Gubenur di Sofifi, Senin (10/3/2025). (TribunTernate.com/Sansul Sardi)
Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved