Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Utara

Resmikan Bendungan Beringin Agung, Viva Yoga Dorong Ketahanan Pangan Halmahera Utara

Wamen Viva Yoga menegaskan program transmigrasi dibangun atas 3 amanat utama, salah satunya mengentaskan kemiskinan lewat reforma agraria

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
AGENDA: Wamen Transmigrasi Viva Yoga didampingi Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua meresmikan bendungan Beringin Agung Desa Toliwang, Selasa (16/7/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meresmikan Bendungan Beringin Agung di Desa Toliwang, Kecamatan Kao Barat, Halmahera Utara pada Rabu (16/7/2025).

Kehadirannya didampingi sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Sekprov Maluku Utara, Direktur Jenderal dari Kementerian Desa dan Transmigrasi serta jajaran Forkopimda Halmahera Utara.

Setibanya pukul 13.30 WIT, Wamen beserta rombongan disambut hangat oleh Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, dengan pengalungan syal dan tarian selamat datang khas daerah setempat. Suasana acara berlangsung meriah meskipun di tengah terik matahari.

Dalam sambutannya, Wamen Viva Yoga menegaskan bahwa program transmigrasi dibangun atas 3 amanat utama:

Baca juga: Semester Pertama, PAD Halmahera Selatan Sudah Capai Rp 100 Miliar Lebih

1. mempererat integrasi nasional melalui pertukaran budaya

2. mengentaskan kemiskinan lewat reforma agraria

3. Serta mendukung kedaulatan pangan nasional.

"Kawasan transmigrasi harus menjadi pusat produksi pangan, terutama komoditas strategis seperti padi, jagung dan kedelai (Pajale), "tegasnya.

Ia menambahkan, percepatan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian oleh pemerintah pusat harus didorong agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program transmigrasi di wilayahnya telah berjalan sejak 1982 dan kini telah menampung lebih dari 17.500 kepala keluarga atau sekitar 57.592 jiwa.

"Transmigrasi telah memberikan dampak positif, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan pertanian kami, "ucapnya.

Wamen juga menyinggung proyek nasional yang tengah berjalan, seperti pengembangan peternakan sapi seluas 10.000 hektare di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kolaborasi dengan investor dari Brasil.

Hal ini menurutnya adalah bentuk dari paradigma baru transmigrasi, yang tidak hanya fokus pada pemukiman, tetapi juga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Bahkan di Brasil, jumlah sapi lebih banyak dari jumlah penduduknya, "seloroh Wamen yang disambut tawa hadirin.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara Kabupaten Lamongan dan Pulau Morotai dalam pengembangan komoditas unggulan seperti telur bebek dan ikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved