Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

DOB Sofifi

Tolak Wacana DOB Sofifi, Berikut Isi Pernyataan Sikap Presidium Rakyat Tidore

"Meminta Kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk tidak membuat kegaduhan di Maluku Utara terkait isu DOB Sofifi, "

TribunTernate.com/FaisalAmin
AKSI - Presidium Rakyat Tidore duduki Kedaton Kesultanan Tidore sampaikan penolakan DOB Sofifi, Kamis (17/7/2025). (TribunTernate.com/Faisal Amin) 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Berikut isi dari pernyataan sikap dari masyarakat Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara yang mengatasnamakan Presidium Rakyat Tidore.

Bismillahirrahmannirrahim.

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Presidium Rakyat Tidore Sampaikan Pernyataan Sikap Soal DOB Sofifi

Menyikapi manuver sepihak usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) Sofifi oleh Gubernur Sherly Laos, politisi lokal dan elite nasional tanpa sedikitpun mendengar suara dan aspirasi rakyat Tidore Kepulauan, sebagai pemilik sah negeri yang menjunjung tinggi adat se atoran.

Sampai detik ini, Sofifi masih menjadi bagian dari wilayah Tidore yang tidak terpisahkan dari aspek Sejarah, Budaya, Politik dan Administrasi.

Untuk itu, Presidium Rakyat Tidore bersama seluruh komponen dan negeri Tidore menyampaikan tuntutan sikap:

1. Meminta Kepada HALIFATUL-MUKARRAM SAIDISSASKALAINI ALLA JABALITTIDORE. Yang Mulia Sultan H. Husain Alting Sjah, agar bersikap secara resmi terkait dengan status Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara dan setia mempertahankan wilayah adat Kesultanan Tidore.

2. Meminta Wali Kota Tidore Kepulauan dan DPRD Kota Tidore Kepulauan agar tidak gegabah menyampaikan posisi politik terkait DOB Sofifi dan segera melakukan kajian hukum terkait Pernyataan Yang Mulia Sultan Tidore, bahwa Ibu Kota Provinsi Maluku Utara adalah Kota Tidore Kepulauan yang berkedudukan di Sofifi.

3. Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk fokus dan memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur kawasan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara dan semua aktivitas Pemerintahan harus terpusat di Sofifi.

4. Mendesak Gubernur Maluku Utara, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan DPRD Provinsi Maluku Utara agar menghentikan wacana DOB Sofifi dan manuver politik.

5. Meminta Kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk tidak membuat kegaduhan di Maluku Utara terkait isu DOB Sofifi, dan menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Tidore atas pernyataannya di hadapan komisi II DPR RI yang melukai perasaan seluruh masyarakat Tidore.

6. Mendesak Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, segera menggelar rapat terbatas bersama semua pihak yang terkait guna membahas Ibu Kota Provinsi Maluku Utara di Kota Tidore Kepulauan yang berkedudukan di Sofifi.

7. Kepada semua Rakyat Tidore, Kesultanan Tidore dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk senantiasa menjaga keutuhan Wilayah Kota Tidore Kepulauan dari niat busuk dan kepentingan politik sekelompok orang.

Tolak Wacana DOB Sofifi

AKSI - Presidium Rakyat Tidore duduki Kedaton Kesultanan Tidore sampaikan penolakan DOB Sofifi, Kamis (17/7/2025).
AKSI - Presidium Rakyat Tidore duduki Kedaton Kesultanan Tidore sampaikan penolakan DOB Sofifi, Kamis (17/7/2025). (TribunTernate.com/Faisal Amin)

Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Presidium Rakyat Tidore ini memenuhi halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore.

Berpakaian serba putih, kegiatan ini berlangsung pada Kamis (17/7/2025) mulai pukul 10.00 WIT hingga 12.00 WIT.

Mereka mendesak Sultan Tidore Husain Sjah dan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen untuk menyatakan sikap terkait wacana DOB Sofifi.

Muhammad Sinen: Tidak ada Satupun Warga Sofifi yang Ingin Pisah dari Tidore

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam pidatonya menegaskan bahwa tidak ada satupun warga Sofifi yang ingin pisah dari Tidore.

"Saya tinggal di Kota Tidore, lahir di Maitara, rumah saya juga ada di Oba, ada di Sofifi. Baru tadi malam saya balik ke Sofifi,"

"Tidak ada sedikit pun keinginan masyarakat Sofifi dan seluruh masyarakat Oba, tidak ada sedikit pun keinginan mereka untuk pisah dari Tidore,"

"Kalian dengar kalian baca semua di medsos banyak bermunculan penolakan-penolakan dari keluarga kita yang ada di Oba,"

"Masyarakat yang mendiami 4 Kecamatan di Oba itu 99 persen orang Tidore! Jangan kasih bakalai (berkelahi) keluarga deng (dan) keluarga," tegas Muhammad Sinen, Kamis (17/7/2025). (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved