Pemprov Malut
Pangan Maluku Utara Bergantung ke Daerah Lain, Sherly Laos: Impor Beras Sangat Tinggi
Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos, mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah masih sangat tinggi
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos, mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah masih sangat tinggi.
Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Jumat (25/7/2025).
Sherly menyampaikan, saat ini Maluku Utara masih mengimpor 90 persen beras dari luar provinsi.
Baca juga: Revitalisasi 41 Pabrik Es dan Cold Storage Jadi PR Pemprov Maluku Utara Tahun Ini
"Saat ini kebutuhan beras Maluku Utara baru 10 persen yang diproduksi di dalam daerah, sisanya 90 persen masih kita ambil dari luar,” ungkap Sherly.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Sherly Laos menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara, melakukan uji coba penguatan sektor pertanian.
Menurut Sherly, Dinas Pertanian tengah melakukan uji coba benih unggul yang saat ini telah disemai.
"Harapannya pada bulan Oktober, kita sudah bisa panen. Uji coba di lahan seluas 4 hektar, dengan target produksi, kurang lebih 10 ton per hektare," katanya.
Sherly Laos juga menyoroti rendahnya produktivitas petani lokal.
Selama ini, rata-rata petani di Maluku Utara, hanya menghasilkan 2 sampai 4 ton beras per hektar, jauh dari angka ideal.
Tahun ini, Pemprov Maluku Utara menyalurkan bantuan bibit untuk 1.500 hektar lahan pertanian, dengan target produksi 7 hingga 8 ton per hektare.
Program ini, akan difokuskan di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur, yakni Desa Ekor, Subaim, Kao, dan Wairoro.
"Haltim ke depan akan kita dorong menjadi lumbung pangan yang menyuplai kebutuhan beras bagi industri di wilayahnya sendiri."
Baca juga: Upaya Capricorn Ada Hasil, Pisces Sebaliknya: Ramalan Zodiak Sabtu 26 Juli 2025
"Kalau uji coba berhasil, dan bisa tembus produksi 10 hingga 14 ton per hektar, maka produksi beras Maluku Utara, akan meningkat tajam,” jelas Sherly.
Tak hanya beras, Sherly Laos juga menargetkan swasembada komoditas pangan lainnya, seperti cabai, tomat, dan telur.
"Kemarin sudah saya sampaikan soal kerja sama antara Unkhair dan IBFAN, untuk pengembangan ayam petelur. Kita akan dorong agar telur pun bisa kita produksi mandiri di Maluku Utara,” pungkasnya. (*)
| Kolaborasi Maluku Utara dan Korea Selatan: Dorong Industri Berkelanjutan |
|
|---|
| SKM Online Dorong Layanan Publik Malut Meningkat, Capaian Tembus 127 Persen |
|
|---|
| Gelombang Tinggi 15–18 April 2026, Gubernur Malut Ingatkan Risiko Kecelakaan Laut |
|
|---|
| Pengawasan Hutan di Maluku Utara Masih Dikendalikan Pusat |
|
|---|
| 80 Persen Izin Pinjam Pakai Hutan di Malut untuk Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/impor-beras-malut.jpg)