BPJS Kesehatan
Perluas Layanan Telemedicine Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan
Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan JKN di Provinsi Maluku Utara, BPJS Kesehatan Cabang Ternate melaksanakan kegia
TRIBUNTERNATE.COM– Dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Maluku Utara, BPJS Kesehatan Cabang Ternate melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam rangka memperluas layanan telemedicine JKN di Provinsi Maluku Utara, Rabu (30/8/2025).
Layanan telemedicine tersebut diharapkan dapat memudahkan akses dan layanan peserta JKN. Peserta cukup berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ternate, Meryta O. Rondonuwu, mengatakan pengembangan layanan telemedicine karena masih terdapat keterbatasan sumber daya serta akses layanan kesehatan peserta JKN, terutama akses layanan kesehatan bagi peserta JKN yang berada di daerah pedalaman, kepulauan, serta daerah lainnya yang belum memiliki akses fasilitas kesehatan yang memadai.
Baca juga: Disnaker Ternate Wujudkan Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Pekerja
“Layanan telemedicine ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan, mengingat kondisi medan dan geografis Provinsi Maluku Utara yang mayoritas berupa kepulauan yang memiliki akses terbatas, serta belum tersebarnya fasilitas kesehatan yang memadai secara merata di seluruh daerah,” ungkap Meryta.
Implementasi telemedicine memiliki tiga model. Model satu merupakan layanan telekonsultasi yang dapat diakses oleh peserta JKN melalui Aplikasi Mobile JKN dengan memilih fitur Telehealth, layanan konsultasi tersebut akan menghubungkan peserta dengan dokter di FKTP tempat peserta tersebut terdaftar.
Telemedicine model satu tersebut tengah diujicobakan dengan 3.196 FKTP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Telemedicine model kedua merupakan konsultasi yang dilakukan oleh dokter pada FKTP dengan menghubungi dokter spesialis di rumah sakit yang dapat membantu dalam menegakan diagnosis pasien, hal tersebut dapat membantu diagnosa pasien tanpa harus perlu dirujuk ke rumah sakit, terutama daerah dengan keterbatasan akses atau daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai.
Telemedicine model ketiga yang dilakukan antara bidan desa atau tenaga kesehatan dengan dokter FKTP melalui pos pelayanan terpadu (Posyandu) atau kunjungan pasien.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Hawa A. Hamzah, mendukung penerapan telemedicine dalam pelayanan kesehatan khususnya di kota Ternate.
“Layanan telemedicine ini tentu sangat membantu masyarakat terutama yang memiliki keterbatasan akses atau mobilitas untuk mendapatkan layanan kesehatan, salah satu contohnya para lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas mendapatkan layanan telemedicine tanpa harus datang ke fasiltas kesehatan."
"Selain itu manfaat dari telemedicine ini akan dirasakan oleh masyarakat di Provinsi Maluku Utara karena masih banyak masyarakat yang belum memilki akses ke rumah sakit akibat perjalanan yang jauh,” tutur Hawa.
Dengan mengoptimalkan layanan telemedicine ini, diharapakan peserta JKN dapat mengakses layanan kesehatan cukup FKTP tanpa harus datang ke rumah sakit serta dapat mengurangi penumpukan antrean sehingga menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
Baca juga: BPJS Kesehatan Dorong Faskes Komitmen Beri Layanan Maksimal kepada Peserta
Kepala Rumah Sakit RS Prima Ternate, Muhammad Taha Albaar, mengatakan bahwa sebagai salah satu rumah sakit rekanan BPJS Kesehatan, mereka siap menjadi salah satu rumah sakit rujukan dalam program telemedicine.
“Ini merupakan salah satu komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di Provinsi Maluku Utara, layanan kesehatan tersebut tidak hanya dilakukan kepada peserta JKN yang datang langsung ke rumah sakit namun peserta yang mengakses layanan telemedicine tersebut."
"Program tersebut juga dapat membantu pihak rumah sakit dalam pengelolaan pelayanan kesehatan yang lebih efisien karna dapat mengurangi penumpukan peserta di rumah sakit karena keterbatasan dokter, tenaga kesehatan, dan ruangan," sebut Taha. (*)
| UHC Day 2025: Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara Perkuat Anti-Kecurangan JKN |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Apresiasi 35 Badan Usaha Patuh di Maluku Utara |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Ternate Minta Warga Laporkan Petugas Tak Ramah |
|
|---|
| Skizofrenia Jadi Kasus Tertinggi, BPJS Kesehatan Tegaskan Hak Peserta atas Layanan Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sosialisasi-bpjs-kesehatan-di-ternate.jpg)