Selasa, 12 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Erupsi Gunung Dukono

Erupsi Gunung Dukono Masih Berlangsung, Warga Diminta Jauhi Radius 4 KM

Petugas PVMBG menyebut, saat laporan diterbitkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung

Tayang:
Dok PVMBG
ERUPSI GUNUNG DUKONO - Foto aktivitas erupsi Gunung Dukono, Senin (11/5/2026), sekitar pukul 08:14 WIT. Foto diunduh dari laman https://magma.esdm.go.id/, Senin (11/5/2026). Erupsi Gunung Dukono Masih Berlangsung, Warga Diminta Jauhi Radius 4 KM. 

TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (11/5/2026) pagi.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 08.14 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal mengarah ke utara dan timur laut.

Baca juga: 2 WNA Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara Ditemukan Meninggal

gunung dukono erupsi seniin 11 mei 2026
ERUPSI GUNUNG DUKONO - Foto aktivitas erupsi Gunung Dukono, Senin (11/5/2026), sekitar pukul 08:14 WIT. Foto diunduh dari laman https://magma.esdm.go.id/, Senin (11/5/2026).

Petugas PVMBG menyebut, saat laporan diterbitkan, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung.

Masyarakat di sekitar gunung maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati kawasan Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan abu vulkanik di Gunung Dukono terjadi secara periodik dengan arah sebaran abu yang dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Karena itu, warga di sekitar kawasan terdampak diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan hingga kini masih berstatus Level II atau Waspada.

Update Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono

ERUPSI: Proses evaluasi 2 jenazah WNA yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026)
ERUPSI: Proses evaluasi 2 jenazah WNA yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026) (Istimewa)

Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang dilaporkan hilang pascaerupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara akhirnya ditemukan.

Tim SAR gabungan menemukan Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27) dalam kondisi meninggal, Minggu (10/5/2026) tertimbun material abu vulkanik.

Meskipun lokasi korban sudah diketahui, tapi proses evakuasi berjalan lambat. Hal ini disebabkan oleh kondisi medan yang ekstrem serta aktivitas Gunung Dukono yang masih fluktuatif dan berbahaya.

Laporan dari lapangan menyebut, kedua jenazah tertimbun material vulkanik sangat tebal akibat semburan dahsyat, Jumat (8/5/2026) lalu.

"Jenazah sedang dalam proses evakuasi, kendala utamanya adalah material timbunan yang sangat padat."

"Kami harus bekerja perlahan agar jenazah dapat dievakuasi dengan utuh dan penuh penghormatan, "ujar salah satu personel tim SAR di lokasi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan relawan setempat saat ini fokus menembus tumpukan material di tengah gemuruh letusan.

Target utama adalah membawa kedua jenazah ke pos aman secepat mungkin. Setibanya di fasilitas kesehatan, jenazah akan menjalani proses identifikasi lebih lanjut (DVI) sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau otoritas Singapura.

Hingga saat ini, operasi evakuasi masih berlangsung di bawah pengawasan ketat mengingat status aktivitas gunung yang belum mereda.

Tentang Gunung Dukono

Secara administratif, Gunung Dukono berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. 

Gunung api bertipe stratovolcano ini terletak di bagian utara Pulau Halmahera dan menjadi salah satu destinasi pendakian sekaligus kawasan yang terus dipantau karena aktivitas vulkaniknya.

Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, erupsi Gunung Dukono telah tercatat sejak tahun 1550. 

Aktivitas gunung ini berlangsung sangat panjang dan berulang, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Dukono tercatat terus mengalami erupsi dengan intensitas yang fluktuatif. 

Erupsi biasanya berupa semburan abu vulkanik setinggi ratusan hingga ribuan meter dari kawah utama.

Pada erupsi sebelumnya, hujan abu sempat berdampak pada sejumlah desa di sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo.

Aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara juga beberapa kali mendapat peringatan akibat sebaran abu vulkanik.

Dari Ternate ke Gunung Dukono

Dari Kota Ternate menuju Gunung Dukono, jaraknya kurang lebih 170 hingga 200 kilometer. Tergantung jalur perjalanan yang digunakan.

Perjalanan dari Ternate biasanya dimulai dengan menyeberang menggunakan kapal cepat atau ferry menuju Pelabuhan Sofifi. 

Bisa juga melalui Pelabuhan Sidangoli di Halmahera Barat. 

Dari sana, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.

Dari Tobelo, perjalanan ke kaki Gunung Dukono dilanjutkan menuju Desa Mamuya yang menjadi salah satu titik awal pendakian. 

Waktu tempuh keseluruhan dari Ternate menuju kawasan Gunung Dukono dapat mencapai 6 hingga 8 jam perjalanan.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved