Banjir di Halsel
Banjir Hantam Puluhan Hektare Sawah di Obi, Petani Minta Atensi Pemkab Halmahera Selatan
Para petani mengaku khawatir kerugian yang dialami akan berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Sawah milik petani seluas 30 hektare di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi dilaporkan diterjang banjir selama dua hari berturut-turut
2. Banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (10/11/2026) hingga Senin (11/5/2026)
3. Walhasil, Puluhan hektare sawah yang diterjang banjir dikelola kelompok tani
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sawah milik petani seluas 30 hektare di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara dilaporkan diterjang banjir selama dua hari berturut-turut.
Banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (10/11/2026) hingga Senin (11/5/2026). Puluhan hektare sawah yang diterjang banjir, dikelola kelompok tani.
Banjir kali ini dinilai lebih merugikan karena sebagian besar lahan yang terdampak baru saja ditebari bibit padi untuk musim tanam tahun ini.
Air yang meluap ke area persawahan mengakibatkan banyak bibit rusak dan terancam gagal tumbuh.
Baca juga: Idul Adha 2026: Halmahera Selatan Dapat Bantuan Sapi Kurban 1 Ton dari Presiden Prabowo
Baca juga: Tambang Emas Diduga Ilegal di Halmahera Selatan Jadi Sorotan, Polisi Terus Lakukan Pengawasan
Para petani mengaku khawatir kerugian yang dialami akan berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Ketua Kelompok Tani Milenial Obi, Ruslan Kasman, menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa banjir menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan pertanian di Obi.
"Ini bukan hanya soal kerusakan hari ini, tetapi soal masa depan produksi pangan petani."
"Kami bekerja dengan penuh keterbatasan, tetapi ketika banjir datang, semua usaha petani seakan hilang begitu saja, "ujar Ruslan.
Menurutnya, para petani tetap bertahan mengelola sawah meski menghadapi minimnya dukungan fasilitas pertanian.
Namun persoalan banjir yang terus berulang membuat semangat mereka mulai menurun karena tidak mendapat perhatian serius dari Pemkab Halmahera Selatan.
Ruslan juga menilai, banjir menerjang sawah bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan sudah menjadi masalah serius yang membutuhkan langkah nyata dari pemerintah.
"Pemerintah jangan hanya datang melakukan pendataan saat banjir terjadi, tetapi benar-benar menghadirkan solusi konkret untuk menyelamatkan lahan pertanian, "tandas Ruslan.
Sejak tahun 2023 hingga 2026, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara telah menyampaikan rencana pembangunan bendungan serta irigasi primer untuk mendukung pengelolaan pertanian di wilayah Obi.
Bahkan proyek tersebut disebut telah masuk dalam rencana pemerintah dan telah ditetapkan sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian daerah. Namun hingga saat ini, belum terealisasi.
Ketua Kelompok Tani Batu Putih Obi, Anwar, menilai lambatnya realisasi proyek membuat para petani masih terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim hujan.
| Desa Tabapoma Dihantam Banjir Rob, Warga Minta Pemkab Halmahera Selatan Bangun Talut |
|
|---|
| Bupati Halmahera Selatan Diminta Fast Respon Tangani Banjir Rob Desa Nang Bacan Barat |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Kepung Kawasan Pasar Labuha Halmahera Selatan |
|
|---|
| Hujan Deras Akibatkan Ratusan Rumah di Desa Sumber Makmur Halmahera Selatan Terendam Banjir |
|
|---|
| Perabotan Warga Terdampak Banjir di Halmahera Selatan Bakal Diganti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kondisi-area-sawah-di-Desa-Kampung-Buton-Kecamatan-Obi-Halmahera-Selatan.jpg)