Tamu Tribun
Momentum Hari Jamu Nasional 2026, Kepala BPOM di Sofifi Edukasi Bahaya Jamu Berbahan Kimia Obat
Ermanto mengurai, ada aspek penting dari jamu yang perlu diperhatikan masyarakat seperti tata cara penggunaan, dosis hingga efek samping
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional 27 Mei 2026 mendatang, Kepala BPOM di Sofifi Ermanto Siahaan, berbagi informasi mengenai pengawasan jamu dan produk tradisional di wilayah Maluku Utara.
Ermanto Siahaan sambangi kantor Tribun Ternate di Jl.Pemuda, Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, untuk mengisi podcast Tamu Tribun, Rabu (20/5/2026).
Edukasi disampaikan Ermanto lewat podcast bertajuk "Jamu Aman, Obat dan Pangan Terawasi: Peran BPOM Melindungi Masyarakat Maluku Utara".
Baca juga: Ternate Marak Peredaran Obat dan Skincare Ilegal, BPOM Sofifi-Polda Malut Siap Bertindak
Masyarakat Maluku Utara yang hidup di wilayah penghasil rempah terbaik ini pastinya senang minum jamu.
Tidak hanya menjadi minuman tradisional, jamu dianggap masyarakat sebagai budaya kesehatan yang terjamin aman karena terbuat dari bahan alami.
Meski begitu, Ermanto mengurai, ada aspek penting dari jamu yang perlu diperhatikan masyarakat seperti tata cara penggunaan, dosis hingga efek samping.
Ermanto mengungkapkan, di sinilan peran BPOM sangat penting untuk mengawasi agar masyarakat dapat mengonsumsi jamu dengan aman.
"Meskipun berbahan alami, saat mengonsumsi jamu ada hal-hal yang perlu diperhatikan,"
"Kami menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi jamu yang sudah berlabel BPOM, atau sudah memiliki izin edar dari BPOM," ujarnya.
Hal ini merupakan bentuk antisipasi, sebab kata Ermanto, terdapat jamu berbahaya mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).
Jamu berbahan BKO ini biasanya dicampurkan penjual tidak bertanggung jawab guna menghasilkan jamu dengan efek instan.
"Penambahan BKO ini tidak diukur dan tidak diawasi oleh tenaga kompeten seperti apoteker,"
"Biasanya, penjual akan mencampur beberapa jenis obat kimia dalam satu produk jamu, dan ini sangat berbahaya," ungkap Ermanto.
Tentunya, mengonsumsi jamu berbahan BKO secara jangka panjang akan sangat berbahaya bagi tubuh.
Penggunaan jangka panjang jamu berbahan berbaya ini kata Ermanto, dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti ginjal, hati hingga lambung.
| Perkuat Relasi di Maluku Utara, Manajemen The Sentra Manado Kunjungi Kantor Tribun Ternate |
|
|---|
| Tamu Tribun: Kepala KPP Pratama Ternate Dewi Lestari Cerita Karier hingga Inovasi Pajak Berbasis AI |
|
|---|
| Di Podcast Tamu Tribun, Asrul Gailea Ungkap Persiapan dan Tantangan Pelayanan Haji Malut 2026 |
|
|---|
| TAMU TRIBUN: BMKG Ternate Ungkap Pola Cuaca Maluku Utara, Puncak Hujan April dan Desember |
|
|---|
| Kepala BPOM di Sofifi Isi Podcast Tamu Tribun, Bagikan Tips Belanja Aman di Momen Nataru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ermanto-siahaan_hari-jamu-nasional-2026.jpg)